JawaPos.com - Bermodal prestasi mentereng, Ma Jin jelas diharapkan bisa mengangkat prestasi PB Djarum Kudus dalam gelaran Djarum Superliga 2017. Namun kenyataannya, pebulu tangkis Tiongkok itu justru belum juga mampu menyumbang poin untuk timnya.
Berpasangan dengan pebulu tangkis muda Indonesia, Gloria Emanuelle Widjaja, kekalahan harus dialami pada dua pertandingan perdana PB Djarum di Grup Y saat melawan Kunamoto Saisunkan (Jepang) dan Jaya Raya Jakarta di DBL Arena Surabaya.
Kekalahan Ma Jin/Gloria dari Riko Imai/Nao Ono dengan skor 21-19, 8-21, dan 19-21, Minggu (19/2), menjadi penentu kemenangan Kunamoto Saisunkan atas PB Djarum dengan skor akhir 4-1.
Sementara pada hari kedua, meski PB Djarum sanggup menang 3-2 atas Jaya Raya, Ma Jin/Gloria kembali menelan kekalahan rubber set dari Weni Anggraini/Virni Putri, 21-17, 15-21 dan 17-21, Senin (20/2).
Dua kekalahan itu tentu dianggap mengecewakan. Apalagi, Ma Jin datang dengan modal prestasi emas selama tampil rangkap di nomor ganda putri dan ganda campuran.
Di antara sederet prestasi yang menghiasi lemari gelar Ma Jin adalah medali perak Olimpiade London 2010, juara BWF World Championships 2010 di Paris, hingga emas Asian Games Guangzhou 2006. Ditambah lagi gelar bersama tim nasional bulu tangkis Tiongkok pada kejuaraan Piala Uber (2012) serta Piala Sudirman (2011 dan 2013).
Namun, dalam usia 28 tahun, pemilik tinggi 165 sentimeter ini memang tak lagi setangguh dahulu. Apalagi, Ma Jin sudah memutuskan mundur dari tim nasional Tiongkok sejak akhir 2016. Dengan kata lain, Ma Jin sudah tak lagi mengikuti perogram latihan atau pertandingan yang kompetitif. Bukti nyatanya, power Ma Jin sudah tergerus.
“Di pertandingan Ma Jin cukup baik, hanya saja memang dia sudah lama tidak latihan. Dia pengaturan bolanya masih bagus, hanya power-nya memang sudah berkurang. Sementara, penampilan Gloria juga cukup baik, tapi terakhir-terakhir fokusnya hilang,” ujar pelatih ganda putri PB Djarum, Rudy Gunawan, coba berapologi mengenai kekalahan kedua yang diderita pasangan Ma Jin/Gloria.
“Penampilan masih oke, kelas dunia. Power-nya memang berkurang, mungkin karena memang sudah jarang berlatih setelah mundur dari tim nasionalnya,” timpal Gloria dalam rilis yang diterima JawaPos.com.
Dari hasil ini, PB Djarum akan melakukan evaluasi dan membuka peluang untuk mencari formasi baru untuk sektor ganda. Opsi mengistirahatkan Ma Jin saat PB Djarum menghadapi tim asal Jepang, Hokuto Bank, Selasa (21/2), pun mulai diapungkan.
“Kemungkinan untuk pertandingan besok saya akan cari formasi baru lagi. Ma Jin juga mungkin sudah habis-habisan tadi, mungkin saya cari racikan lagi. Mungkin Ma Jin yang akan istirahat besok,” tambah Rudy.
Rencana itu terbilang cukup masuk akal jika PB Djarum tak mau kehilangan peluang menang dari Hokuto Bank. Ma Jin, terlepas dari kualitasnya sebagai salah satu pebulu tangkis putri terbaik di dunia, memiliki beberapa kendala untuk bisa tampil optimal.
Selain adaptasi yang singkat, salah satu yang paling disorot adalah masalah komunikasi. Ma Jin tak fasih berbahasa Inggris, apalagi Indonesia. Sementara, Gloria yang menjadi pasangannya pun tak paham bahasa Mandarin. Alhasil, keduanya lebih sering menggunakan bahasa tubuh untuk berkomunikasi di lapangan.
"Mungkin saya hanya merasa komunikasi saja yang jadi sedikit masalah karena saya tidak bisa bahasa inggris, dan pasangan pun tidak bisa bahasa mandarin, mungkin itu salah satu kendalanya di lapangan," aku Ma Jin.
“Di lapangan biasanya Ma Jin mencoba untuk memberi tahu saya harus bagaimana. Dengan sedikit bahasa inggris, dan saya berusaha untuk mencoba mengerti maksud dia dengan membaca isyarat tangannya saja,” sahut Gloria.
Ma Jin sendiri sepertinya tak terlalu memusingkan hasil yang didapat. Bagi dia, terpenting adalah turut memeriahkan atmosfer Djarum Superliga Badminton 2017 dan menikmati kunjungan ke Indonesia, khususnya Surabaya.
“Kalau mencari alasan menang kalah ada banyak alasan. Tetapi terpenting saya datang ke sini dengan hati gembira dan bisa membuat atmosfer bulu tangkis yang baik. Jadi lebih baik saat ini kita tidak berbicara mengenai kalah menang, karena semenjak saya bermain bulu tangkis, mengenai menang kalah itu kerap menjadi beban,” sebut dia lagi.
Mengacu pernyataan Ma Jin, rencana PB Djarum Kudus untuk merombak formasi, terutama di sektor ganda, tentu cukup tepat. Tentunya jika yang dibidik mereka adalah kemenangan. Toh, PB Djarum Kudus tak perlu cemas karena mereka masih memiliki jawara All England 2016, Debby Susanto, yang bisa dipasangkan dengan Annisa Saufika atau Melati Daeva Octaviani.
"Menang kalah nomor dua yang penting di lapangannya fight dulu, yang jelas kami akan memaksimalkan pemain yang kami bawa ke Surabaya kali ini,” pungkas Rudy.
Saat ini PB Djarum masih berada di posisi keempat klasemen sementara Grup Y. Berada dibawah Mutiara Cardinal, Hokuto Bank dan Kumamoto Saisunkan. Sementara Jaya Raya yang kali ini berkekuatan atlet muda, menjadi juru kunci. (ira/JPG)