Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Oktober 2023 | 19.51 WIB

Alwi Farhan dan Keputusannya Banting Haluan dari Sepak Bola ke Bulu Tangkis

MULTITALENTA: Alwi Farhan saat ditemui di Jatim Expo, Surabaya, setelah jumpa pers pada 22 Oktober lalu. - Image

MULTITALENTA: Alwi Farhan saat ditemui di Jatim Expo, Surabaya, setelah jumpa pers pada 22 Oktober lalu.

Alwi Farhan bulan lalu baru saja mencatatkan sejarah. Dia atlet tunggal putra pertama Indonesia yang berhasil meraih gelar juara BWF World Junior Championships. Meski begitu, bulu tangkis sebenarnya bukanlah ’’cinta pertama’’ atlet 18 tahun tersebut.

RIZKA PERDANA PUTRA, Surabaya

ALWI kali pertama menekuni dunia olahraga sejak usia 6 tahun. Ketika itu bukan bulu tangkis yang dipilih, melainkan sepak bola. ’’Saya dari kelas I SD bermain sepak bola,’’ tutur Alwi kepada Jawa Pos di sela-sela kejuaraan dunia BWF Indonesia Masters II Surabaya.

Atlet kelahiran 12 Mei 2005 itu pun serius menekuni sepak bola. Dia bergabung dengan SSB Ksatria Solo. Sebuah klub yang ber-home base di Lapangan Kadipolo, eks mes klub legendaris Arseto Solo.

Alwi bisa dibilang cukup berprestasi. Bisa berposisi sebagai penyerang dan juga playmaker, dia kerap kali menjadi top scorer. Anak terakhir dari tiga bersaudara itu juga sempat menjadi kapten tim Popda Solo.

Meski begitu, sejak usia 10 tahun, Alwi sebenarnya juga mulai menekuni beberapa olahraga lain. Seperti renang, tinju, atletik, dan bulu tangkis.

’’Memang dari kecil orang tua suka ikutin olahraga. Tapi beberapa cuma buat dasar saya saja buat olahraga. Kalau yang berprestasi cuma di bola dan bulu tangkis,’’ bebernya.

Nah, di antara sepak bola dan bulu tangkis, Alwi akhirnya memilih yang terakhir. Sebab, dia lebih merasa sreg bekerja secara individu.

’’Bukan tidak suka bareng-bareng, tapi kadang kurang puas sama performa di tim,’’ jelas Alwi. ’’Melihat situasi bola dengan badminton saat itu, kans juga lebih besar di badminton,’’ imbuhnya.

Sebuah pilihan yang tidak akan disesali Alwi. Sebab, dia terbukti bisa berprestasi di bulu tangkis. Awal Oktober lalu, dia berhasil meraih gelar juara BWF World Junior Championships.

Dia menyusul beberapa atlet Indonesia lain yang pernah meraih gelar yang sama seperti Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (2019), Leo/Indah Cahya Sari (2018), serta Rinov Rinaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Gregoria Mariska Tunjung (2017).

Namun, gelar tersebut tidak membuat Alwi puas diri. Apalagi, dia juga mendapat pesan dari orang tua. ’’Orang tua bangga sekali. Tapi pastinya masih banyak level yang harus saya kejar di senior. Gembira, tapi masih belum puas,’’ ungkap anak dari pasangan Muhammad Anis dan Inten Untari itu.

Alwi pun termotivasi untuk terus berkembang. Tahun ini dia sudah mencicipi turnamen BWF Super 100 untuk kali pertama di Indonesia Masters I Medan 5–10 September lalu.

Saat itu dia tersisih di babak pertama. Hasil yang kemudian dia perbaiki di Indonesia Masters II Surabaya pada 24–29 Oktober. Dia melaju hingga ke babak 16 besar sebelum kalah oleh unggulan pertama Su Li Yang.

Selanjutnya, Alwi ingin terus menaikkan ranking. Kini, pemain yang mengidolakan Anthony Sinisuka Ginting itu berada di posisi ke-105 dunia. ’’Target tahun ini masuk ranking top 50 dunia,’’ ucapnya. (ka/c17/bas)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore