JawaPos.com - Potensi barang bekas cukup menjanjikan, jika dikerjakan dan ditekuni dengan baik. Seperti Nurimas, 50, warga Nagari Kambang Utara, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar yang menyulap gelas plastik bekas menjadi tas cantik dengan nilai jual mencapai Rp 200 ribu.
Sudah lebih satu tahun lamanya Nurimas menjadi pengrajin gelas plastik bekas. Konon, pekerjaan itu awalnya hanya untuk mengisi senggang saat di rumah. Namun, kini berkembang menjadi usaha rumahan.
"Sudah banyak juga yang memesan tas dari gelas plastik bekas ini," katanya di sela-sela merajut tas di kediamannya, Minggu (4/3).
Proses pembuatan tas rajut dari gelas plastik bekas itu, imbuhnya tidaknya terlalu rumit. Awalnya, tentu dikumpulkan gelas plastik bekas sebagai bahan dasar pembuatan tas. Lalu, bibir gelas tersebut di potong dan dirajut menggunakan benang kur. Untuk mempercantik bentuk tas, diberi pita berbahan dawai (kawat) beragam warna atau sesuai dengan apa yang diinginkan.
"Kebutuhan satu tas itu beragam juga. Ada 10 hingga 20 gelas plastik. Artinya, pembuatan tas kita sesuaikan dengan jumlah gelasnya," bebernya.
Setelah selesai dirajut dan kerangka tas sudah terpasang, baru ditambah dengan busa, resleting dan gagang tangkai tas yang dibeli di pasar. "Modal yang agak mahal itu ya beli gagang alias tangkainya mencapai Rp 50 ribu hingga Rp 80 ribu," katanya.
Saat ini, stok tas berbahan gelas plastik bekas tersebut mencapai 10 unit lebih. "Membuat satu tas saja menghabiskan waktu dua sampai tiga hari. Sebab, bibir gelas itu harus ditangkai satu-satu," bebernya.
Satu tas yang selesai dirajut itu dibandrol dari harga Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. "Tapi, saya bikin kalau ada permintaan. Sebab, belum ada pasar rutinnya," katanya.
Nurimas berharap, hasil karajinan tangan yang dibuatnya bisa menjadi ekonomi kreatif dan berkembang sesuai selera pasar. Setidaknya, kerajinannya itu bisa menjadi produk lokal dan menggejot UMKM hingga merangsang minat pengrajin lain untuk memanfaatkan gelas plastik bekas.