JawaPos.com - Menjadi orang penyabar tentu bukan perkara mudah. Selain karena harus melawan ego, seorang penyabar juga harus mampu mengontrol emosi jiwanya. Hal itulah yang dirasakan oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.
Dia merasakan perjuangan menjadi seorang yang sangat penyabar saat berusaha merangkul semua pihak dalam menjaga stabilitas harga pangan saat Ramadan dan Lebaran.
Diakuinya, kesabaran itu dia teladani dari seorang sosok Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menjadi Wali Kota Solo. Ketika itu, Jokowi berhasil memindahkan pasar loak di Taman Banjarsari tanpa gejolak.
"Saya belajar kesabaran dari Pak Jokowi bagaimana memindahkan pasar loak di Solo itu melalui proses pertemuan yang banyak, 100 kali, berdialog dan bahkan akhirnya terjadi perpindahan," ujar Mendag Enggar di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (5/7).
Menurutnya, tidak semua daerah mampu merelokasi pasar. Bahkan, kata dia, hampir 90 persen kepala daerah yang mencobanya gagal.
"Dan (keberhasilan relokasi) itu melalui proses dialog. Itulah proses yang saya coba ikuti, belajar dari pengalaman beliau," jelasnya.
Bagi politikus Nasdem ini, menjadi sosok yang penyabar tidaklah mudah. Apalagi, setiap putra daerah punya karakter khasnya tersendiri.
"Tetapi saya tidak sesabar beliau, jadi dipersingkat saja. Kalau dia halus itu dia Solo dan saya orang Cirebon jadi agak berbeda jauh," pungkasnya.