← Beranda

7 Cara Gampang Lolos Wawancara Kerja

Saugi RiyandiSenin, 26 November 2018 | 12.30 WIB
Ilustrasi wawancara kerja

JawaPos.com - Tahap yang paling mendebarkan saat melamar kerja adalah tahap wawancara. Menurut careernews, 67 persen pelamar kerja gagal pada tahap interview karena tidak dapat melakukan kontak mata dengan baik. Sedangkan 33 persen, gagal menunjukkan ekspresi yang baik selama wawancara kerja berlangsung.


Agar tahap seleksi yang dilewati selama ini tidak terkesan sia-sia karena kegagalan saat wawancara kerja, lakukan persiapan secara matang agar bisa lolos dan segera mendapat pekerjaan. Bagaimana caranya?


Seperti dikutip dari Cermati.com, berikut 7 cara yang gampang dilakukan agar bisa lolos dari tahap melamar kerja yakni wawancara.


1. Berpakaian Layaknya Profesional


Pewawancara dapat menebak karakter pelamar kerja lewat cara berpakaiannya. Seseorang yang berpakaian rapi cenderung bekerja secara rapi, teliti dan teratur. Sedangkan yang berantakan cenderung asal-asalan, cuek dan kurang peduli.


Itulah sebabnya kenapa berpakaian rapi begitu penting saat mengikuti interview kerja. Penampilan yang menarik akan menimbulkan rasa penasaran, sehingga atasan tertarik untuk mewawancarai Anda.


Pilih pakaian yang menonjolkan sikap profesionalitas, misalnya atasan berwarna putih, biru muda dan warna kalem lainnya. Hindari pakaian yang terlalu mencolok dan banyak motif agar mata pewawancara tidak ‘sakit’ saat menghadap ke arah Anda.


2. Menjabat Tangan dengan Tegas


Selain cara berpakaian, cara menjabat tangan juga dapat menunjukkan karakter seseorang. Jabatan tangan yang terlalu lemah menunjukkan sikap kurang bersemangat, sehingga pewawancara kurang tertarik untuk mengenali diri pelamar. Sedangkan jabatan tangan yang tegas menunjukkan sikap percaya diri dan siap untuk menghadapi wawancara.


Setelah memasuki ruangan interview, jabatlah tangan pewawancara dengan tegas. Artinya jangan terlalu kuat dan kencang. Duduklah ketika sudah dipersilakan, sehingga tahap wawancara dapat segera dimulai.


3. Memperkenalkan Diri Secukupnya


Siap atau tidaknya pelamar dalam wawancara dapat dilihat dari cara memperkenalkan diri. Apabila pelamar tampak percaya diri saat memperkenalkan diri, pewawancara tentu merasa tertarik untuk menggali informasi mengenai diri pelamar.


Dan sebaliknya, jika pelamar tidak siap, pewawancara pasti merasa malas dan ingin segera mengakhiri wawancara kerja. Persiapkan diri Anda agar bisa tampil maksimal saat wawancara kerja.


Sisakan waktu untuk berlatih di depan cermin sambil menunjukkan ekspresi yang tepat. Apabila ada kesalahan mimik, Anda dapat segera memperbaiki sebelum hari H wawancara kerja dimulai.


4. Memahami Posisi yang Dilamar


Kebanyakan pelamar memilih posisi kerja secara asal-asalan, yang penting tidak menganggur. Hal ini justru tidak baik.


Apabila pelamar tidak mempertimbangkan kemampuan dirinya terhadap posisi yang dilamar, 85% hasilnya akan menjurus pada kegagalan. Sebab perusahaan mencari orang sesuai kualifikasi, bukan secara acak.


Jika Anda lolos ke tahap wawanacara, buka kembali CV yang pernah dituliskan dan pahami posisi kerja yang dilamar. Sesuaikan dengan mekanisme tata kelola di perusahaan, agar jawaban yang diberikan nantinya sesuai dengan ekspektasi pewawancara kerja.


5. Menjaga Kontak Mata


Rasa gugup yang berlebihan menimbulkan rasa takut ketika berhadapan dengan lawan bicara. Sebagian besar memilih berbicara sambil menunduk atau melihat ke berbagai arah daripada menjaga kontak mata dengan si pewawancara.


Padahal berbicara sambil menatap mata dapat membangun chemistry yang kuat demi membangun ketertarikan. Selain itu akan menambah rasa percaya dalam diri.


Kontak mata yang diberikan sebaiknya natural, tetapi tetap menunjukkan sikap antusias kepada lawan bicara. Hindari kontak mata yang terlalu intens agar pewawancara tidak risih dan tetap nyaman saat berkomunikasi dengan Anda.


6. Sampaikan Kelebihan Diri Anda


Perusahaan mencari pelamar yang memiliki kelebihan dalam bidang tertentu. Kelebihan diri dapat dijadikan sebagai nilai jual untuk mengalahkan para pesaing yang melamar di posisi yang sama.


Sampaikan kelebihan diri Anda saat tahap interview kerja berlangsung. Misalnya mampu mendesain, mengedit video, public speaking, manajemen dan lain sebagainya.


Kelebihan yang disampaikan sebaiknya sesuai dengan posisi kerja yang dilamar untuk memperbesar kesempatan lolos wawancara dan memudahkan Anda saat menjalani posisi tersebut nantinya.


7. Bertanya Bila Kurang Jelas


Pelamar wajib memahami setiap kalimat yang disampaikan oleh pewawancara untuk memudahkan pelamar saat menjawab pertanyaan nantinya. Jangan ragu untuk bertanya apabila ada hal yang kurang jelas.


Sampaikan pertanyaan tersebut ketika pewawancara selesai berbicara. Hindari sikap nyerocos saat berbicara. Sikap ini justru menjadi bumerang bagi diri sendiri. Bukannya dipersilakan berbicara, Anda malah dipandang sinis oleh pewawancara.


Jangan Pernah Menyepelekan Hal-Hal Kecil


Pelamar wajib memerhatikan setiap hal yang diberlakukan oleh perusahaan saat melamar kerja, baik hal-hal besar maupun hal-hal kecil. Terutama untuk hal kecil, sebaiknya jangan pernah menyepelekannya begitu saja. Justru hal-hal kecil itulah yang kerap menyebabkan kegagalan. Jika Anda ingin berhasil saat tahap wawancara, hindarilah kesan menyepelekan dalam hal apapun.

EDITOR: Saugi Riyandi