← Beranda

Begini Nasib Properti dan Rupiah di Tahun Babi Tanah Kata Suhu Yo

Fersita Felicia FacetteSelasa, 5 Februari 2019 | 23.18 WIB
Ilustrasi pembangunan rumah menengah atas
JawaPos.com - Tahun 2019 diharapkan bisa menjadi hoki bagi para pengusaha. Apalagi sesuai dengan perputaran kalender Tionghoa, tahun ini merupakan tahun Babi Tanah. Babi dilambangkan menjadi simbol hewan yang gemuk dan makmur. Sehingga siapa pun harus pandai membaca peluang di tahun ini.

Hal itu diungkapkan Ahli Feng Shui Suhu Yo. Menurutnya, shio Babi merupakan shio terakhir dalam kalender Tionghoa. Biasanya shio terakhir memiliki makna tahun yang sulit bagi para pelaku ekonomi.

"Artinya meski babi simbol hewan yang lucu dan lambang kekayaan atau keberuntungan, namun tahun ini tetap penuh tantangan di sejumlah bidang ekonomi," katanya kepada JawaPos.com baru-baru ini di Glodok, Jakarta Barat.

Suhu Yo membagi dua masalah ekonomi yang mungkin saja dialami pelaku ekonomi. Pertama adalah masalah properti, kedua adalah nilai tukar Rupiah terhadap Dolar.

Tantangan Properti
Menurut Suhu Yo, tahun ini dan dua tahun terakhir sektor properti cenderung lesu. Hal itu karena besaran down payment (DP) dan cicilan yang terlalu memberatkan. Apalagi bagi milenial dan anak muda yang baru berumah tangga tentu akan kesulitan memiliki hunian.

"DP semakin sulit, misalnya 30-50 persen dari nilai jual, kalau harga rumah atau apartemen Rp 350 juta dan DP-nya Rp 100 juta, tentu itu sulit. Seandainya properti bisa seperti motor ya cicilannya mungkin bisa lebih mudah. Ini jadi tantangan bagi pengusaha," katanya.

Nilai Rupiah di Tahun Politik
Suhu Yo memprediksi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar di tahun politik bisa merosot jika tak dijaga. Hal itu berpeluang terjadi di bulan 4 atau April 2019 saat masa-masa pencoblosan.

"Kalau tidak dijaga, Rupiah bisa merosot sampai Rp 17 ribu. Sebelumnya saya sempat meramal Rupiah menembus Rp 15 ribu, dan kini sudah kembali stabil. Selain karena politik, biasanya neraca pembayaran deviden dilakukan di bulan 4 dan menjelang bulan 5. Nah pemerintah harus terus waspada," ungkapnya.
EDITOR: Fersita Felicia Facette