← Beranda

Tambang Lumajang Ditutup, Harga Pasir Naik

ArwanSelasa, 13 Oktober 2015 | 05.44 WIB
Tambang Lumajang Ditutup, Harga Pasir Naik

JawaPos.com GRESIK - Sejak kasus pembunuhan aktivis antitambang Salim Kancil mencuat, sejumlah pedagang pasir hitam dari Lumajang kehabisan stok. Padahal peminat pasir Lumajang, Jawa Timur cukup tinggi karena kualitasnya yang cukup bagus.



Imbas dari kosongnya stok pasir membuat sejumlah sopir truk pengangkut pasir di Gresik ikut-ikutan sepi. Menurut Aris Suyono, sopir truk asal Kecamatan Cerme seudah sudah seminggu ini dia dan teman-teman tidak menarik angkutan pasir.



Aris mengaku biasa mengangkut pasir dari Lumajang untuk disalurkan ke pengepul di Legundi.“Kemudian pasir itu didistribusikan ke sejumlah toko dan galangan bahan bangunan di Gresik. Karena tidak ada muatan, maka stoik pasir hitam di toko ya ikut kosong,” kata Aris seperti yang dilansir Radar Gresik (Jawa Pos Group), Senin (12/10).



Kondisi ini menyebabkan pasir Lumajang barang yang mahal dan langka. Kalaupun ada harganya melambung. Biasanya Aris mengangkut 5 meter kubik dengan harga 1,3 juta.  



“Sekarang barapapun dibayar sama yang beli. Bahkan ada yang mau bayar 5 juta satu truk isi 5 meter kubik. Tapi mau bagaimana lagi kalau barang tidak ada,” kata dia.



Selain di Lumajang, Aris mengatakan bila ada tambang pasir di Jawa Tengah. Namun ongkos kirim dan akomodasi terhitung sangat mahal. “Kalau ambil di Jawa Tengah kerjanya lebih berat, untungnya lebih sedikit,” lanjut Aris.



Sementara itu Khasan, pemilik galangan bahan bangunan di Jalan Sunan Prapen mengakui, kiriman dari pengepul pasir di Legundi sudah terhenti sejak seminggu ini. Dia kebingungan dengan habisnya stok pasir Lumajang.



Sebab, pembelinya tidak mau membeli pasir selain dari Lumajang. “Bahkan saya ditantang kalau ada berapapun dia mau membeli dengan harga mahal. Tapi bagaimana lagi, lha barangnya juga tidak ada,” kata Khasan.



Untuk pasir Lumajang, kata Khasan, dia menjual ke konsumen sebesar Rp 1,5 juta pertruk volume 5 meter kubik. Harga ini cukup mahal dibandingkan pasir dari Bojonegoro yang hanya Rp 900 ribu per truk.



Sedangkan pasir Kediri agak mahal yakni Rp 1 juta per truk. Wendi Setiono, warga Jalan Kramat mengatakan, dia sudah berkeliling ke seluruh toko bangunan di Gresik, namun tidak menemukan pasir Lumajang.



Padahal dia berencana mengecor lantai dua untuk renovasi rumahnya. “Kalau tidak pakai pasir Lumajang, kualitas cornya kurang bagus. Kalau memang terpaksa saya beli pasir Kediri yang kualitasnya dibawah Lumajang,” katanya. (sal/ris/awa/jpg)

EDITOR: Arwan