← Beranda

Satoria Rambah Farmasi dan Mamin

AdministratorKamis, 21 September 2017 | 00.06 WIB
STERIL: Pengunjung melihat produksi infus di pabrik Satoria Pharma, Wonorejo, Pasuruan, Jawa Timur, kemarin (19/9).

JawaPos.com  – Setelah sukses berbisnis properti, Satoria Group mulai mengembangkan sayap ke industri farmasi dan makanan minuman (mamin). Hal itu ditandai dengan peresmian dua pabrik baru, yakni PT Satoria Aneka Industri (Satoria Pharma) dan PT Satoria Agro Industri (Satoria Agro).


Presiden Direktur Satoria Group Alim Satria menyatakan, potensi pasar untuk produk-produk farmasi di Indonesia sangat besar. Alasannya, pemerintah sedang serius meningkatkan pelayanan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).


Karena itu, Satoria Group mendirikan Satoria Pharma yang memproduksi cairan infus dengan kapasitas produksi 50 juta botol per tahun. Beberapa jenis infus yang bakal diproduksi adalah Ringer Lactate (RL), Dextrose 5%, Dextrose 10%, dan Normal Saline 0,9%.


”Kapasitas produksi nasional saat ini adalah 120 juta botol infus per tahun. Padahal, kebutuhan nasional diprediksi mencapai 200 juta botol pada 2018 dan 260 juta botol pada 2019,” kata Alim.


Untuk memenuhi permintaan pasar yang cukup banyak, Satoria Pharma akan melakukan pengembangan pabrik tahap kedua dengan kapasitas produksi 60 juta botol per tahun. Pengembangan tahap kedua tersebut dimulai tahun ini dan ditargetkan mampu beroperasi pada 2019.


”Dengan demikian, total kapasitas pabrik Satoria Pharma bakal menjadi 110 juta botol per tahun. Selanjutnya, akan ada pengembangan tahap ketiga dengan kapasitas produksi 60 juta botol juga,” imbuh Alim.


Sementara itu, Satoria Agro akan memproduksi bahan makanan dan minuman, khususnya kategori sweetener, foamer, creamer, dan turunannya. Alim mengungkapkan, pendirian pabrik itu bertujuan memenuhi kebutuhan dalam negeri yang selama ini masih impor.


Satria Agro memiliki kapasitas produksi 50 ribu ton sweetener serta 15 ribu ton creamer dan foamer per tahun. Dengan strategi pemasaran business-to-business (B2B), kini Satoria Group siap beroperasi secara komersial dan telah melakukan penetrasi pasar ke pelanggan domestik. ”Kami juga akan bersiap menembus pasar global,” tandas Alim. (*)

EDITOR: Administrator