
KM Egon milik PT PELNI. (Istimewa)
JawaPos.com — PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) menyelenggarakan kegiatan peningkatan pemahaman aplikasi SITOLAUT dalam upaya memperkuat kualitas distribusi logistik nasional. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini bertujuan untuk memberikan wawasan lebih mendalam kepada para stakeholder tentang manfaat dan fungsi SITOLAUT.
Selain itu, sekaligus mendorong masukan konstruktif guna perbaikan aplikasi di masa depan. Direktur Barang dan Tol Laut Pelni Kokok Susanto, menegaskan pentingnya pengembangan berkelanjutan terhadap aplikasi ini.
"SITOLAUT tidak hanya menjadi alat bantu transaksi, tetapi juga pilar utama yang mendukung kelancaran distribusi logistik secara efisien dan transparan," ungkap Kokok, Kamis (20/2).
Aplikasi SITOLAUT memungkinkan consignee, shipper, supplier, dan operator pelayaran untuk bertransaksi secara transparan. Memantau proses pengiriman, menangani pengaduan, hingga mengakses laporan distribusi barang secara real-time.
"Kegiatan ini menjadi ruang penting bagi para stakeholder untuk menyampaikan masukan demi pengembangan fitur yang lebih relevan dengan kebutuhan pengguna," tambah Kokok.
Sebagai BUMN transportasi laut, Pelni terus memainkan peran strategis dalam menjaga konektivitas nasional. Selain melayani angkutan penumpang, Pelni juga aktif dalam distribusi logistik melalui program tol laut sebagai bagian dari komitmennya terhadap pemerataan ekonomi nasional.
Pada tahun 2024, Pelni melayani 8 trayek tol laut dan 32 pelabuhan singgah dengan total produksi mencapai 12.429 TEUs. Sementara pada tahun 2025, trayek penugasan tol laut Pelni tetap berjumlah 8 trayek dengan jumlah pelabuhan singgah meningkat menjadi 33.
Dalam menjalankan penugasan tol laut dari Pemerintah, sebagaimana arahan Kementerian BUMN, Pelni menjalankan operasionalnya secara transparan dan profesional dengan memperhatikan tata kelola perusahaan yang baik. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Barang dan Tol Laut Pelni Kokok Susanto, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Dr. Hartanto, perwakilan Kementerian Perhubungan, dan lebih dari 200 shipper yang berasal dari seluruh Indonesia.
Sebagai informasi, aplikasi SITOLAUT hadir sebagai solusi pemerintah untuk memantau dan mengelola distribusi logistik yang terintegrasi, khususnya untuk wilayah 3TP (tertinggal, terdepan, terluar), dengan subsidi program tol laut. Sistem ini dirancang untuk meminimalkan kesenjangan harga kebutuhan pokok di berbagai daerah.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
