Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Mei 2024 | 22.42 WIB

Pesawatnya Jatuh di BSD, IFC Punya Layanan Penerbangan Rekreasi sampai Lisensi Pilot

Pesawat latih Tecnam P2006T dengan nomor registrasi PK-IFP milik Indonesia Flying Club (Perkumpulan Penerbang Indonesia) di kawasan BSD, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (19/5/2024). Dilaporkan tiga orang korban meninggal dunia atas insiden tersebut. - Image

Pesawat latih Tecnam P2006T dengan nomor registrasi PK-IFP milik Indonesia Flying Club (Perkumpulan Penerbang Indonesia) di kawasan BSD, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (19/5/2024). Dilaporkan tiga orang korban meninggal dunia atas insiden tersebut.

JawaPos.com - Pesawat Tecnam P2006T yang jatuh di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, kemarin (19/5) diketahui milik Indonesia Flying Club (IFC). Pesawat itu dipastikan bukan merupakan jenis pesawat latih, melainkan pesawat general aviation atau pesawat penerbangan umum.

Hingga berita ini selesai ditulis pukul 21.30 tadi malam, IFC belum berkomentar resmi terkait jatuhnya pesawat yang menewaskan tiga orang tersebut. Namun, diketahui IFC merupakan perkumpulan penerbangan Indonesia yang memiliki sejumlah kegiatan.

Mengecek di website resmi, kegiatan atau layanan yang mereka adakan, antara lain, penerbangan rekreasi yang biasa disebut joy flight hingga sport pilot license (SPL), sebuah lisensi minimal bagi yang memiliki hobi penerbangan.

Joy flight ditawarkan dengan pilot in command dari IFC. Masyarakat umum bisa menjadi peserta dalam joy flight tersebut. Disebutkan pula minimal waktu joy flight sekitar satu jam.

Lalu, terdapat aktivitas SPL untuk penghobi penerbangan. Disebutkan, program SPL akan menempuh materi ground course selama 84 jam dan pelatihan penerbangan selama 30 jam.

Pelatihan penerbangan termasuk dengan penerbangan solo. SPL merupakan lisensi minimal untuk menjadi pilot penerbangan olahraga.

Dalam Instagram resmi IFC diketahui bahwa IFC bekerja sama dengan Resor Tanjung Lesung untuk melakukan penerbangan wisata dari Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Hanggar dan runaway dibangun di lokasi tersebut. Sehingga bisa memangkas waktu perjalanan darat dari Jakarta yang perlu waktu 3 jam menjadi 45 menit dengan jalur udara.

Terkait kecelakaan pesawat milik IFC tersebut, pengamat penerbangan Alvin Lie menuturkan bahwa pesawat yang jatuh bukan merupakan pesawat latih atau yang biasa digunakan latih terbang. ”Melainkan pesawat general aviation,” katanya kepada Jawa Pos.

Terkait jatuhnya pesawat itu, Alvin mengaku belum mengikuti perkembangan kecelakaan tersebut. ”Maaf, saya sedang berada di Australia. Tidak mengikuti perkembangan kecelakaan. Belum berani berkomentar,” paparnya.

Dikonfirmasi Jawa Pos terkait kecelakaan tersebut, Presiden IFC Sigit H. Samsu belum bisa berkomentar banyak. Menurutnya, pihaknya tengah mengumpulkan data-data terkait kecelakaan. ”Belum bisa komentar ya,” terangnya. (idr/c6/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore