alexametrics

IFG Gerakkan UMKM di Tengah Pandemi

7 November 2020, 04:04:16 WIB

PANDEMI Covid-19 di Indonesia berdampak negatif, khususnya untuk pelaku UMKM. Berdasar data Kementerian Koperasi dan UMKM, setidaknya 47 persen pelaku UMKM terpaksa menutup usahanya akibat permasalahan keuangan (modal) dan terganggunya distribusi.

Sebagai BUMN holding asuransi dan penjaminan, Indonesia Financial Group (IFG) hadir untuk mendorong penguatan investasi dan kredit modal kerja untuk UMKM yang terdampak pandemi. Melalui anggota holding, yakni PT Jamkrindo dan PT Askrindo, IFG memberikan layanan penjaminan kredit usaha sesuai dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

”Kedua anak perusahaan kami, yaitu PT Jamkrindo dan PT Askrindo, memiliki kapabilitas untuk memberikan asuransi penjaminan untuk KUR. Kami berharap UMKM dapat melewati masa krisis ini dan semakin berkembang sehingga dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional,” ucap Direktur Bisnis IFG Pantro Pander Silitonga dalam sebuah webinar.

Sejak peluncuran Juli hingga 4 November, Askrindo telah merealisasikan penjaminan KMK PEN kepada 9.619 debitur dengan nilai penjaminan kredit modal kerja (KMK) sebesar Rp 5,4 triliun. Sementara itu, Jamkrindo bersama anak usahanya, PT Jamkrindo Syariah, melaporkan data penjaminan KMK PEN sebesar Rp 5,5 triliun kepada 283,975 debitur.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c13/bay



Close Ads