JawaPos.com - Tingginya curah hujan di Kota Malang berdampak besar terhadap ketersediaan beras. Pasalnya, pasokan beras di beberapa pasar pun berkurang.
Hal ini mengakibatkan harga beras pun melambung. Seperti yang terjadi Pasar Besar Kota Malang, dimana harga beras tak kunjung turun. "Sangat mahal, naik terus setiap hari (harga beras)," ujar salah seorang pedagang, Sulisgiati ketika ditemui JawaPos.com, Senin (15/1).
Dia menerangkan, harga beras yang sebelumnya Rp10 ribu, kini naik menjadi Rp12 ribu per kilogramnya. Sedangkan beras yang semula seharga Rp 11 ribu, kini menjadi Rp 13 ribu.
"Itu untuk beras kualitas biasa," imbuh wanita 33 tahun itu.
Diungkapkannya, kenaikan harga beras tersebut terjadi sejak dua minggu yang lalu. Hal itu dikarenakan kurangnya ketersediaan beras di Malang. "Pengaruh karena gagal panen. Mungkin kena hujan," katanya.
Ia mengaku, dirinya mendapatkan pasokan beras yang dijualnya dari salah satu gudang beras di Malang. Lebih lanjut ia mengungkapkan, karena harga beras yang terus naik menyebakan pembeli sering mengeluh. "Ya suka negur, kenapa kok naik terus," paparnya.
Hal serupa juga dirasakan oleh pedagang lainnya bernama Andre,40. Pria itu mengatakan jika harga beras terus naik sejak beberapa waktu belakangan.
"Semua pedagang menaikkan harga. Yaa memang dari sananya sudah mahal, kami juga tidak ambil untung banyak," kata dia.
Bahkan, beberapa pedagang pun rata-rata menjual beras dengan harga yang sama. "Tidak ada yang berani menurunkan lagi. Ya rata-rata di harga itu," tandasnya.