← Beranda

33 Barista Beradu Meracik Kopi Apik

Sofyan CahyonoSenin, 30 April 2018 | 16.52 WIB
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias ketika menyeduh racikan kopi dari berbagai barista dalam ajang Bukik Apik Coffee Brewing Competition dipelataran jam gadang Bukittinggi, Minggu (29/4).

JawaPos.com - Bukik Apik Coffes Brewing Competition digelar di pelataran Jam Gadang Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (29/4). Sebanyak 33 barista ambil bagian dalam kegiatan tersebut.


Masing-masing peserta beradu hebat meracik kopi jenis robusta asli dari Bukit Apik, Kota Bukittinggi. Setiap barista diberi waktu selama 10 menit untuk meracik kopi dengan berbagai kreasi. Ada kopi panas, dingin maupun kopi rasa buah.


Lurah Bukit Apit Rusdi Yanto mengatakan, kopi jenis robusta yang diperlombakan itu juga telah diolah pelaku usaha penggilingan kopi. Sedikitnya tedapat hampir 60 usaha giling kopi rumahan aktif hingga saat ini di Kota Bukittinggi.


"Kopi apik sudah melegenda di Kota Bukittinggi. Sebab sudah puluhan tahun lamanya. Kopi ini digiling turun-temurun," kata Rusdi Yanto dalam keterangannya.


Guna menjaga produksi dan kelestarian bibit kopi Apik, pemerintah desat telah bekerja sama dengan Dinas Pertanian. Sebanyak 3.000 bibit kopi ditanam di lahan masyarakat.


"Kami ingin mengenalkan ke dunia jika Bukit Apit punya kopi dengan aroma dan rasa dunia. Lomba meracik kopi ini salah satu cara kami mempromosikan kopi Apik," katanya.


Wali Kota Bukittinggi M Ramlan Nurmatias menambahkan, kopi produksi warga di Bukik Apik pernah menjadi produk terkenal dan diburu wisatawan. Namun kini, daya tarik kopi Apik mulai menurun. "Ada yang bilang, kopinya sudah dicampur. Tidak murni lagi dari biji kopi buki apit," ujar Ramlan.


Atas kondisi itu, Ramlan Nurmatias meminta semua pihak untuk mengembalikan lagi citra asli kopi tersebut. "Pak Lurah harus tata ulang dan awasi seluruh rumah produksi kopi. Sehingga keaslian kopi apik dapat terjaga," pesan Ramlan.

EDITOR: Sofyan Cahyono