← Beranda

Kendi Sebagai Pertanda Naik Haji

Sofyan CahyonoSenin, 30 Juli 2018 | 23.03 WIB
Uniah menuangkan air ke dalam kendi untuk disediakan kepada warga sekitar, Senin (30/7).

JawaPos.com - Warga Desa Pekalangan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (Jabar), memiliki tradisi turun-temurun. Setiap orang yang berangkat menunaikan ibadah haji, di depan rumahnya tersedia kendi. Hingga kini, tradisi tersebut terus terjaga.


Seperti yang dilakukan Uniah. Perempuan 44 tahun itu meletakkan kendi di depan rumahnya karena sang ibu, Arsih, 72, sedang menjalankan ibadah haji. Seperti hari, Uniah menuangkan air putih yang sudah dibacakan doa-doa ke wadah dari tanah liat tersebut.


Setiap hari pula, air dalam kendi habis diminum warga sekitar. Sebab mereka percaya meminum air kendi dari keluarga jamaah haji akan mendatangkan keberkahan dan melancarkan niat untuk menyusul ke tanah suci.


"Tradisi ini sudah turun-temurun. Warga sudah tahu kalau ada kendi di depan rumah, artinya sedang ada yang pergi haji. Mereka pasti minum air itu agar kelak haji juga," ujar Uniah kepada JawaPos.com, Senin (30/7).


Uniah menjelaskan, air dalam kendi yang disediakan untuk warga merupakan bentuk ikhtiar dan doa. Tujuannya agar yang pergi haji tidak merasa kepanasan di saat suhu tinggi di Arab Saudi.


Selain menyimpan makna keberkahan, alasan air ditempatkan dalam kendi yang terbuat dari tanah liat juga mengandung makna filosofis. Yakni, kecintaan terhadap tanah air.


"Saat ibadah wukuf, cuacanya panas. Kami mendoakan agar jamaah haji di sana agar tetap merasa dingin, dan kembali pulang dengan selamat," harap Uniah.


Selain menyediakan kendi berisi air, tradisi lain masyarakat Cirebon saat musim haji adalah menggelar pembacaan Yasin di rumah. Doa-doa dipanjatkan dari rumah agar orang yang pergi bisa khuyuk menjalankan ibadah.


"Masyarakat Cirebon di sini masih percaya, orang bisa pergi haji itu adalah panggilan Allah. Kami terus berdoa agar jamaah haji bisa menjadi haji mabrur," ucapnya.

EDITOR: Sofyan Cahyono