JawaPos.com – Pemprov Jawa Barat resmi menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mengoperasikan Kereta Api Wisata Jaka Lalana dengan rute Jakarta–Bogor–Sukabumi–Cianjur. Pengoperasian rute ini ditargetkan pada Desember 2025.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU antara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin di atas rangkaian Kereta Inspeksi pada perjalanan Purwakarta–Gambir, Selasa (25/11).
“Hari ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Barat, disaksikan oleh Pak Wamenhub, berkomitmen dengan Direktur PT KAI untuk mengembangkan perkeretaapian di Jawa Barat,” ujar Gubernur Dedi Mulyadi, dikutip dari laman resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Rabu (26/11).
Dedi mengatakan, KA Jaka Lalana dijadwalkan dirilis resmi pada pertengahan Desember 2025.
Kehadirannya diproyeksikan menjadi dorongan baru bagi sektor wisata, terutama wilayah Sukabumi dan Cianjur.
Ia mengaku optimistis layanan ini akan meningkatkan arus kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke kawasan selatan Jawa Barat.
Penandatanganan MoU tersebut turut disaksikan Wakil Menteri Perhubungan RI Suntana, kepala daerah se-Jawa Barat, perangkat daerah, serta jajaran direksi PT KAI.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau kerap disapa Kang Dedy Mulyadi (KDM) sepakat untuk melakukan reaktivasi beberapa jalur kereta di wilayah Jawa Barat.
Menhub Dudy menyampaikan beberapa jalur yang akan direaktivasi salah satunya adalah jalur Padalarang-Cicalengka. Tak hanya direaktivasi, jalur ini juga akan dielektrifikasi sehingga pengoperasiannya lebih ramah lingkungan.
Selain itu, jalur lain yang juga akan direaktivasi adalah Cianjur-Sukabumi-Bogor. Menhub berharap proyek reaktivasi ini dapat rampung paling lambat awal tahun 2027.
"Kita ingin mempercepat pengembangan sistem perkeretaapian yang efisien, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di Jawa Barat. Harapannya, semoga kesepakatan ini dapat memperkuat konektivitas dan meningkatkan layanan transportasi bagi masyarakat serta meningkatkan perekonomian di wilayah Jawa Barat,” ujar Dudy di Gedung Pakuan, Bandung, Jawa Barat, dikutip Minggu (12/10).