← Beranda
Fantastis! Segini Nilai Investasi yang Dikeluarkan Gudang Garam untuk Bangun Tol Kediri-Tulungagung
Elista Ita YustikaRabu, 28 Februari 2024 | 16.27 WIB
Jalan Tol Kediri-Tulungagung akan menjadi akses penghubung ke Bandara Dhoho dan kawasan sekitar. (DOK. RADAR KEDIRI)

JawaPos.com – Dukung operasional Bandara Internasional Dhoho Kediri yang sebelumnya sudah dibangun, PT Gudang Garam Tbk kembali akan gelontorkan dana untuk membangun akses menuju bandara.

Dilansir Radar Surabaya (JawaPos Grup), pada Rabu (27/2), infrastruktur pendukung akses menuju bandara tersebut adalah jalan tol Kediri-Tulungagung.

Tak main-main, untuk merealisasikan hal tersebut dan mendukung keberlangsungan bandara, PT Gudang Garam Tbk rela menggelontorkan dana hingga triliunan rupiah.

PT Gudang Garam Tbk terus menunjukkan keseriusannya dalam proyek ini. Salah satunya dapat dibuktikan melalui penandatanganan dokumen terkait bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Diantaranya, Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), Perjanjian Regres, dan Perjanjian Penjaminan Jalan Tol Kediri-Tulungagung.

“Terima kasih kepada PT Gudang Garam Tbk. yang telah merencanakan pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung. Ini adalah keputusan bisnis yang sangat strategis karena akan menghubungkan Tol Trans Jawa yang telah beroperasi dengan Jalur Pansela (Pantai Selatan),” turur Basuki dalam keterangan resminya, Selasa (27/2).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut, Gudang Garam bakal segera memulai pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung sepanjang 44,17 kilometer (km) yang nilai investasinya mencapai Rp 9,92 triliun dengan masa konsesi selama 50 tahun.

“Jalan Tol Kediri-Tulungagung sepanjang 44,17 km ini terdiri dari akses Bandara Dhoho di Kediri sepanjang 6,82 km, dan main road sepanjang 37,35 km termasuk jalan akses,” jelasnya.

“Jalan tol ini memiliki jumlah lajur 2x2 dan empat simpang susun yang berada di Bulawen, Kediri, Mojo, dan Tulungagung,” lanjutnya.

Seperti Bandara Dhoho, pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung juga merupakan proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) atas prakarsa badan usaha (unsolicited).

Selain memudahkan akses jalan ke bandara dan ke wilayah sekitar, Jalan Tol Kediri-Tulungagung ini akan memberikan dampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat sekitar.

Jalan tol ini juga dapat mempercepat distribusi logistik sehingga berdampak positif pada produktivitas industri dan pariwisata.

Apalagi, wilayah-wilayah sekitar bandara terkenal dengan potensi industri dan sumber daya lautnya.

Dalam pembangunannya, pemerintah melalui Kementerian PUPR memberikan dukungan teknis terkait kualitas konstruksi jalan tol. Mulai dari perencanaan desain, hingga proses pembangunannya.

Selain itu, PUPR juga akan memberikan dukungan untuk memitigasi risiko pembangunan proyek tol ini melalui PT PII, Kementerian Keuangan.

Adapun banda usaha jalan tol (BUJT) yang nantinya akan mengelola Jalan Tol Kediri-Tulungagung, yaitu dari PT Surya Sapta Agung Tol.

Untuk diketahui, pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung direncanakan mulai konstruksi pada kuartal II/2024. Dan akses ke Bandara Dhoho ditargetkan mulai beroperasi pada Maret 2025.

“Kemudian juga akan dilanjutkan dengan pembangunan main road yang menghubungkan Kediri-Mojo-Tulungagung. Targetnya bisa beroperasi pada kuartal III/2025,” katanya.

EDITOR: Hanny Suwindari