← Beranda

Hubungannya dengan Gibran Dikabarkan Renggang, Wakil Wali Kota Solo Akui Jarang Bertemu

Novia Tri AstutiSabtu, 27 Januari 2024 | 01.14 WIB
Pasangan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa di kantor DPC Gerindra Surakarta pada Senin (3/8). Bambang Dwi Marwoto/Antara

 

 

JawaPos.Com - Beredar rumor mengatakan bahwa hubungan Wali Kota Solo Gibran Rakabumin Raka dengan Wakilnya sudah tidak harmonis lagi. 

Ya, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, dengan wakilnya Teguh Prakosa dirumorkan tidak lagi kompak semenjak pecah kongsi gara-gara Pilpers 2024.

Menanggapi kabar tersebut, Wakil Wali Kota Solo, Tegu Prakosa, tampak enggan berkomentar terlalu banyak. 

Teguh memilih agar masyarakat yang memberikan penilaian terkait bagaimana keduanya selama menjabat di Kota Solo. 

“Yang membaca rakyat, bukan kami. Jadi yang menilai teman-teman,” ujar Teguh, usai menjadi pembicara dalam kegiatan P5 di SMPN 1 Solo, sebagaimana diwartakan Radar Solo pada Kamis (25/1).

Kendati disebut-sebut tidak lagi harmonis, Teguh hanya menyiratkan bahwa keduanya semakin jarang bertemu sejak Gibran maju Pilpres 2024. 

Apalagi,  putra sulung Presiden Joko Widodo yang hingga saat ini masih menjabat Wali Kota Solo itu, belakangan kerap mengambil cuti.

Baca Juga: Dilaporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Penghinaan Gibran, Mahfud: Saya Nggak Peduli

“Dia sebagai wali kota sudah dicalonkan (sebagai cawapres,Red), berarti dia harus mengikuti agendanya KPU sampai pencoblosan. Otomatis kan jarang ketemu,” ucapnya.

Teguh mengakui, Gibran memang kerap melakukan cuti. Kalaupun berada di Solo, Teguh mengaku, Gibran tidak selalu menemuinya. Karena punya agenda yang berbeda.

“Sebelumnya cuti 3 hari, yang terakhir kemarin cutinya 4 hari. Kalau dia datang juga belum tentu ketemu saya, saya juga berkegiatan. Saya melaksanakan kegiatan saya, beliau juga,” tuturnya.

Ditambahkan Teguh, komunikasi antara dia dan Gibran sebatas kepentingan pekerjaan.

“Hubungannya hanya sebatas ada keperluan, kalau hanya keseharian kan ora perlu ketemu,” jelasnya.

Menanggapi perbedaan sikap politiknya di Pilpres 2024, Teguh tetap memprioritaskan kepentingan rakyat.

“Terlepas dari beda pilihan, untuk kepentingan rakyat tetap nomor satu. Kalau pas dia kampanye kan enggak mungkin (ikut hadir, Red),” jawab Teguh.

Baca Juga: Sampai di Jayapura, Pasar Pharaa Sentani Jadi Tempat Pertama yang Dikunjungi Gibran

Lebih lanjut, Teguh Prakosa mengungkapkan, saat ini Pemkot Solo tengah fokus untuk menyambut agenda Hari Jadi ke-279 Kota Solo.

Gibran bisa jadi tak akan fokus 100 persen mengawal agenda ini. Sebab, karena fokus utamanya adalah pada Pemilu 2024, 14 Februari mendatang.

“Kami menuju Hari Jadi Kota Solo tanggal 17 (Februari), ada beberapa agenda termasuk ada Grebeg Sudiro, ada kementerian yang hadir. Kalau dalam rapat-rapat sudah selesai. Saya yang mewakili. Sebagai Pj kan tanggung jawabnya sama,” imbuhnya.

Sebelumnya, isu soal renggangnya hubungan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dengan Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa disampaikan Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo beberapa waktu lalu.

Di mana Rudy menyebut, suka atau tidak komunikasi antara Gibran dan Teguh saat ini pasti terganggu.

Menyusul Gibran yang merupakan kader dan diusung PDIP, justru membelot dan menjadi cawapres untuk capres lawan PDIP. 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti