← Beranda
Baru Diresmikan November 2023, Gapura Pataraksa Senilai Rp 10,5 Milliar di Cirebon Ambruk, Ini Penyebabnya
Elista Ita YustikaSabtu, 6 Januari 2024 | 15.53 WIB
TKP: Gapura yang di pintu masuk Alun-alun Pataraksa, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, ambruk pada Selasa, (2/1)./Radar Kudus

JawaPos.com – Gapura Pataraksa yang menjadi salah satu ikon Cirebon beberapa waktu lalu, kini dikabarkan telah ambruk hingga tak berbentuk.

Gapura yang berada tepat di pintu masuk Alun-alun Pataraksa, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon itu runtuh pada hari pada Selasa, (2/1) malam.

Banyak warga heran dan menyayangkan hal tersebut. Pasalnya, gapura alun-alun Pataraksa itu diketahui baru diresmikan pada hari Jumat, (10/11) tahun 2023 lalu.

Hal itu berarti, gapura Pataraksa baru berusia 54 hari (per tanggal 2 Januari) kemarin, usai diresmikan menjadi pintu masuk Alun-alun Pataraksa.

Diketahui, pembangunan gapura tradisional Pataraksa tersebut menghabiskan anggaran senilai Rp 10,5 miliar, dengan tinggi gapura sekitar 8,7 meter.

Dilansir Radar Kudus (JawaPos Grup), pada Sabtu (6/1), ambruknya gapura Pataraksa ini menjadi viral setelah videonya yang sempat terekam kamera warga di bagikan di media sosial.

"Gerbang Pataraksa ambruk, untung ga ada orang," ujar warga yang mengambil video itu, seperti yang dikutip Radar Kudus (JawaPos Grup), pada (6/1).

Saksi menyebut, pada awalnya gapura itu terlihat ambles di bagian kaki dan tangga. Kemudian, saat menjelang malam hari, barulah salah satu sisi gapura itu ambruk sepenuhnya.

"Sorenya itu tangga ambles, di gapura sudah kelihatan retakan, sudah kelihatan dari situ juga mau ambruk nih, eh bener ambruk," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono dalam cuitannya di Twitter mengatakan ambruknya gapura itu disebabkan oleh gempa bumi lokal yang terjadi sekitar pukul 21.01 WIB, pada Selasa, (2/1).

Ia memaparkan hal itu dalam dua unggahannya, disertai dengan ditunjukkannya video kondisi gapura Pataraksa yang sudah ambruk, dan satu gambar yang menunjukkan ritme getaran atau gempa bumi di Cirebon disaat yang sama.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa gempa yang mengakibatkan gapura itu ambruk juga tercatat di Seismograf ACJM (Astanajapura Cirebon).

EDITOR: Hanny Suwindari