← Beranda

Siswa BBS Malang Bangga Jadi Tim Nasional WSDC 2023

Dimas Nur ApriantoSelasa, 12 Desember 2023 | 05.05 WIB
Siswa Bina Bangsa School (BBS) Malang turut serta menjadi Development Team dari Tim Nasional Indonesia pada WSDC di Vietnam 2023.

JawaPos.com–Siswa Bina Bangsa School (BBS) Malang Joshua Aurelius Waluyo bangga bisa turut serta menjadi Development Team dari Tim Nasional Indonesia pada World Schools Debating Championships (WSDC) di Vietnam 2023. Dalam kompetisi berskala internasional yang populer di kalangan siswa menengah atas itu, Tim Indonesia meraih peringkat ke-9 (tertinggi dalam sejarah Indonesia) pada preliminary rounds di WSDC Vietnam 2023.

Kepala Sekolah BBS Malang Rajesh Joshi memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih siswanya tersebut. Masuknya Joshua dalam Tim Nasional Indonesia pada WSDC 2023 melewati jalan yang cukup panjang.

”Selain berlatih secara intens, Joshua harus melewati berbagai kompetisi tingkat provinsi dan nasional sampai akhirnya masuk Tim Nasional. Joshua juga sudah mengikuti lebih dari 20 kompetisi baik tingkat nasional maupun internasional,” kata Rajesh pada Senin (11/12).

Bina Bangsa School Malang yang berdiri sejak 2003 merupakan sekolah internasional (SPK) yang menggunakan kurikulum Cambridge. Selama 20 tahun berkiprah, BBS Malang telah mengantar para muridnya memenangkan banyak penghargaan Top Cambridge di Indonesia dan dunia.

Prestasinya merambah ke bidang minat debat bahasa Inggris, suatu jenis kegiatan yang makin digemari siswa sekolah menengah atas. Meski tergolong baru, kiprah BBS Malang di tingkat NSDC (National Schools Debating Championships) dan tingkat internasional (WSDC) tercatat dalam papan unggulan.

Menurut Rajesh, kegiatan klub debat bahasa Inggris akan terus dikembangkan karena relevan dengan kebutuhan pengembangan kepribadian para siswa. Kegiatan itu efektif mengasah kemampuan siswa berkomunikasi, mendalami permasalahan, melatih cara berpikir yang sehat, dan kemampuan melakukan riset.

”Ada banyak hal yang bisa berkembang dalam kegiatan ini,” tambah Rajesh Joshi.

Sementara itu, Joshua yang ditemui di sekolahnya, mengaku bangga bisa masuk sebagai anggota kontingen nasional di WSDC 2023. Dia merasa sangat terhormat terpilih sebagai anggota Tim Nasional, dan bersyukur bisa membawa Indonesia masuk dalam 9 besar WSDC 2023 yang dilaksanakan di Vietnam.

”Saya bangga bisa menjadi bagian dari Tim Indonesia di suatu ajang kompetisi internasional yang keren. Ikut WSDC adalah sebuah privilege. Saya belajar banyak sekali dari setiap prosesnya,” ujar Joshua.

Josh mengungkapkan, kompetisi debat membuat lebih percaya diri, memiliki confidence. Salah satu pilar penting debat adalah riset.

”Manfaat riset adalah kita memahami logika dari motion-motion yang harus dibahas dalam kompetisi. Untuk kelengkapan, setiap riset disertai dengan pembuatan contoh-contoh. Dengan tahu dasar logika dan contoh, debater bisa belajar bagaimana menerapkan ke motion lain yang memiliki konteks yang serupa,” tutur Joshua.

Siswa SMA BBS Malang itu berharap bisa ikut lebih banyak kompetisi termasuk di tingkat universitas. Dia mengaku tak berhenti berlatih dan mengasah keterampilan. Sama yang dia alami saat persiapan WSDC 2023 di Vietnam. Semua berupaya secara maksimal karena membawa nama baik bangsa dan negara.

”Yah pokoknya all out-lah dan harus serius dalam meraih tujuan,” tutur Joshua.

Mengikuti berbagai kompetisi debat memberi pengalaman luar biasa. Arek Malang itu merasa bahwa berlatih, bertemu, berdebat, berkompetisi, dan berjuang, di berbagai ajang kejuaraan adalah proses yang bermanfaat bagi pengembangan diri dan pembentukan karakter yang kuat.

Dalam kompetisi, semua harus memiliki kebesaran hati, mengedepankan sikap adil, dan sportif. Itu penting karena dalam setiap kompetisi dan kejuaraan pemenangnya terbatas. Tampil dalam kompetisi dengan kualitas yang prima adalah suatu capaian tersendiri. Denga napa yang dicapainya, dia mengucapkan terima kasih kepada sekolah, dinas pendidikan, keluarga, serta coach yang membimbing.

Kristi Ardiana, selaku coach, menilai sosok Joshua sebagai siswa mau belajar dan sikap terbuka, dua hal yang penting dalam kegiatan debat. Seorang debater harus memiliki karakter yang terbuka, mau menerima kritik, mau memperbaiki diri secara terus-menerus, memperkaya pemahaman dan tahan banting.

”Itu membentuk karakter dan kepercayaan diri secara maksimal. Debate championships ini tentang keterampilan yang well-rounded, menyeluruh dan bermanfaat bagi survival skill. Hanya anak yang mau maju yang bisa berkembang di debate,” ujar Kristi yang pernah menjabat President English Debating Society Universitas Indonesia (EDS UI) itu.

Dia menambahkan, karena platformnya adalah kegiatan yang mengacu pada kompetisi tingkat dunia yang disebut English Debating Championships, kemampuan berbahasa Inggris menjadi prasyarat. Namun hal itu sekarang tidak menjadi hambatan besar karena kemampuan berbahasa Inggris rata-rata siswa sekolah di Indonesia mulai membaik.

”Berlatih English debate dan ikut berkompetisi sebagai debater akan melatih dan membiasakan siswa terampil dalam public speaking, research dan critical thinking. Tentu dengan tetap memperhatikan konteks dan membiasakan menyampaikan dengan baik dan manner yang tepat,” tukas Kristi.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah