← Beranda

Kawanan Monyet Liar Serbu Permukiman Warga Lembang

Latu Ratri MubyarsahJumat, 19 Juni 2020 | 22.44 WIB
Kawanan monyet ekor panjang masuk ke permukiman warga di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat (19/6). Istimewa/Antara
JawaPos.com–Kawanan monyet liar masuk ke permukiman dan membuat warga Kampung Andir, Desa Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, resah.

”Akhir-akhir ini jadi muncul ke permukiman, tapi enggak menentu waktunya. Terkadang pagi, terkadang sore. Ada sekitar 30 sampai 50 monyet muncul,” kata Yanti, 42, warga setempat, seperti dilansir dari Antara di Lembang pada Jumat (19/6).

Menurut dia, kawanan monyet masuk ke kawasan permukiman dan sesekali mencuri makanan di warung warga atau mengambil pakaian yang sedang dijemur. ”Sampai-sampai genting rumah warga ada beberapa yang rusak karena dipakai monyet untuk berloncatan antara atap rumah warga,” kata Yanti.

Yanti mengatakan, warga sudah berusaha menghalau kawanan satwa liar tersebut. Namun, monyet-monyet itu tidak mau pergi. ”Memang dari dulu kata leluhur di sini, monyet itu habitatnya di hutan sekitar sini. Mungkin gara-gara ada pembangunan tempat wisata baru, jadinya seperti ini,” ujar Yanti.

Nanang, 55, warga Kampung Andir lainnya mengatakan, kawanan monyet liar berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Bahkan sampai ke Jalan Raya Lembang. Kawanan monyet itu juga sering mengacak-acak tempat sampah. ”Jadi ada mitos seperti ini, kalau monyet sudah tidak ada (punah), yang keluar adalah ular. Saya dari dulu warga asli sini, monyet itu memang habitatnya di hutan bambu sekitar sini,” kata Nanang.

Penyuluh Kehutanan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat Seksi Wilayah IV Taufik Hamzah mengatakan, monyet yang masuk ke permukiman warga Lembang adalah monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). ”Kemungkinan itu dari habitat aslinya lari ke permukiman warga. Saya yakin itu dari habitat aslinya, cuma habitat aslinya ini perlu ditelusuri,” kata Taufik Hamzah.

Dia menjelaskan, habitat aslinya antara lain ada di hutan konservasi kawasan Tangkuban Parahu. Monyet ekor panjang yang masuk ke permukiman warga Lembang, kemungkinan habitatnya berada di kawasan hutan setempat. Di kawasan Lembang, selain hutan konservasi ada hutan lindung dan hutan produksi di bawah kewenangan Dinas Kehutanan atau Perum Perhutani.

”Kalau dari kawasan konservasi, dalam hal ini kawasan cagar alam Tangkuban Parahu, ke sana kan jauh, sementara di situ ada kawasan Perhutani, bisa jadi di sana juga ada habitat monyet ekor panjang. Perlu koordinasi semua pihak termasuk masyarakat sekitar kawasan hutan untuk mengambil langkah apa saja yang harus dilakukan agar monyet-monyet tersebut tidak lagi memasuki perkampungan. Salah satunya hutan sebagai habitat satwa liar harus terjaga,” terang Taufik Hamzah.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=nmNFdyZfS58

 

https://www.youtube.com/watch?v=gvfytZVNx3o

 

https://www.youtube.com/watch?v=IL8mS7Ucx1c
EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah