← Beranda

Wali Kota Makassar: CPI Ini Bentuk Mitigasi

Sofyan CahyonoSelasa, 25 Desember 2018 | 16.55 WIB
Kawasan reklamasi CPI di Pantai Losari, Makassar.

JawaPos.com - Proyek reklamasi dilakukan di Pantai Losari. Tepatnya di kawasan Center Point Indonesia (CPI). Daratan baru di tepi pantai Barat Makassar itu dirancang khusus dengan mempertimbangkan mitigasi saat bencana terjadi.


"CPI ini bentuk mitigasi. Kalau ada apa-apa, kota terlindungi. Di sini (CPI) ruang terbuka hijau (RTH)," kata Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, Selasa (25/12).


Salah satu tujuan dibuatnya CPI adalah untuk melindungi kawasan pesisir dari segala dampak lingkungan yang mengganggu. Khususnya di Kota Makassar. Baik melindungi dari dampak erosi hingga abrasi akibat hantaman ombak laut.


Saat cuaca ekstrem seperti sekarang, CPI hadir sebagai kawasan yang dianggap dapat mengantisipasi ancaman bencana alam. "Inilah yang namanya mitigasi. Orang baru sadar. Pola-pola (tsunami) yang terjadi di Palu, yang terjadi di Anyer, semua yang tidak termitigasi langsung di pantai tidak terlindungi," ungkap pejabat yang akrab disapa Danny Pomanto itu.


CPI merupakan lahan reklamasi pantai yang luasnya mencapai 157 hektare. Letaknya yang strategis di bagian Barat Makassar, membuat CPI begitu mudah untuk diakses.


Pembangunan dikerjakan kontraktor swasta dengan sebagian lahan diserahkan kepada pemerintah sebagai fasilitas umum. Sebagian lagi dikelola swasta untuk kepentingan komersial seperti hunian dan hiburan.


Reklamasi CPI dibangun dengan memperhatikan kelestarian lingkungan. Selain melindungi pantai, kawasan ini juga diharap menambah luas kawasan ruang terbuka hijau di Makassar.


Sejauh ini belum ada catatan sejarah mengenai bencana tsunami di Makassar. Kenaikan gelombang laut tertinggi di pantai hanya sekitar 0,2 meter. Meski demikian, bukan berarti tidak ada persiapan untuk menghadapi bencana.


Danny mengimbau warga Makassar agar selalu waspada dengan berbagai potensi bencana alam. "Kami harus selalu siap. Kalau tsunami, kami tidak bisa naik ke gunung karena daratan kami datar. Pola evakuasi dengan naik ke gedung-gedung tinggi dan kami buat prosedur penyelematan," jelas Danny.


Di luar itu, Danny menyampaikan rasa belasungkawa atas bencana tsunami di Selat Sunda. Ia meminta warga Makassar untuk ikut mendoakan para korban. "Kami berkabung sekaligus berzikir dan berdoa untuk seluruh korban. Serta demi keselamatan bersama menyambut awal tahun nanti," pungkas Danny.

EDITOR: Sofyan Cahyono