JawaPos.com - Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) memiliki peran cukup vital dalam melahirkan SDM Jurnalis yang berkualitas. Terlebih di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan informasi seperti sekarang.
Berangkat dari hal itulah, Lapmi HMI Cabang Kabupaten Bandung menggelar pendidikan dan pelatihan jurnalistik. Acara digelar sejak Kamis kemarin hingga Minggu besok (3/3) di Villa Cipulus, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung.
Peserta pelatihan ini merupakan perwakilan pengurus LAPMI HMI Cabang se-Jawa Barat.
Direktur Utama Bakornas LAPMI PB HMI, Bergas Cahyo Baskoro mengatakan, Lapmi sebagai salah satu lembaga pengembangan profesi di lingkup HMI berfungsi sebagai wadah pengembangan minat kader di bidang jurnalistik.
"Dalam lingkup yang luas, Lapmi juga berperan sebagai instrumen demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata dia melalui keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Jumat (1/3).
Sebagai pilar keempat demokrasi, lanjut Bergas, pers mampu menyokong tegaknya demokrasi dalam kapasitasnya mendistribusikan keadilan akses informasi antara warga negara dan pemerintah.
Pada momentum pemilu tahun 2019 ini, pers harus mampu menjadi perekat dalam kemajemukan etnis dan kultur yang ada, dengan menghadirkan wacana-wacana kebangsaan dalam bingkai bhinneka tunggal ika.
"Di sinilah peran pers HMI menjadi penyeimbang dalam menjawab tujuan organisasi", kata Bergas.
Senada dengan itu, Fajar Chaerullah selaku Direktur LAPMI HMI Cabang Kabupaten Bandung menyatakan bahwa Pelatihan Jurnalistik ini bertujuan untuk membekali para kader HMI se-Jawa Barat. Terutama untuk bisa menulis sebagai senjata utama dalam menjalankan ikhtiar perjuangan organisasi.
Sementara Ketua Umum HMI Cabang Kabupaten Bandung, Asep Taufiqurohman menyebut kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang, demi regenerasi organisasi di masa depan.
"Keberhasilan utama organisasi kader seperti HMI bukanlah pada kesuksesan program kerjanya, tetapi kesuksesan kaderisasi," beber dia.
"Mudah-mudahan momentum ini mampu meningkatkan motivasi kawan-kawan di cabang lain untuk meningkatkan kaderisasi dan mengaktifkan semua lembaga pengembangan profesi yang ada, terutama LAPMI sebagai lembaga paling strategis di era revolusi 4.0 ini," pungkas Asep.