JawaPos.com - Enjang Saefudin (49) dan Medi bin Madna (60) warga Jatikramat, Pondokgede, Bekasi, Jawa Barat, tewas tersengat aliran listrik dari kabel saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) yang terputus akibat tersangkut crane, Kamis (17/9).
Informasi yang dihimpun Radar Bekasi (Jawa Pos Group), peristiwa itu diduga akibat kelalaian operator alat berat saat mengerjakan pembangunan jalan dan jembatan di Jalan Karim, Jatikramat, Pondokgede. Bermula saat operator crane, akan memindahkan beton.
Saat beroperasi, tanpa disadari operator, ujung crane mengenai kabel SUTET, sehingga terputus dan teruntai ke bawah mengenai toko tekstil. Sontak, dua warga yang berada di lokasi yakni Enjang dan Medi yang sedang berbelanja tersetrum aliran listrik bertegangan tinggi tersebut.
Kapolsek Jatiasih Kompol Aslan mengungkapkan, akibat kejadian tersebut kedua warga mengalami luka bakar. Enjang menderita luka bakar hingga 45 persen dan Medi 18 persen. Kedua korban sempat dilarikan ke RS Husada Bhakti, tapi karena peralatannya tidak memadai untuk luka bakar akhirnya dirujuk ke RSCM.
Aslan menambahkan, dari keterangan warga melihat posisi crane lebih tinggi dibanding SUTET. Hal tersebut sangat memudahkan, crane menyentuh kabel SUTET saat dioperasikan.
"Akhirnya kejadian kan. Tadi udah kita kasih tahu ke petugas, hati-hati itu kabel SUTET-nya pendek. Tapi dia terus saja nyalain mesin crane," katanya.
Pantauan Radar Bekasi akibat putusnya kabel SUTET juga menghanguskan sebagian isi toko. Namun api berhasil dipadamkan. Sementara perator crane saat ini menjalani pemeriksaan di Posek Jatiasih, Bekasi untuk dimintai keterangan. (dat/hsn/JPG)