← Beranda

Jangankan Makan Daging Kambing, Injak Kotorannya pun Bisa Sakit

RonaldRabu, 9 September 2015 | 16.20 WIB
Suasana Desa Waci di mana penduduknya alergi kambing.

JawaPos.com--Bagi warga pribumi di Desa Waci dan Desa Petelei, Kecamatan Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, kambing adalah hewan keramat. Karena itu, mereka tidak bisa macam-macam dengan hewan ini.



 



Jangankan untuk memakan daging kambing, atau meminum susunya, berdekatan dengan kambing saja mereka tidak mau. “Bahkan menginjak kotorannya pun akan berakibat fatal,” kata Darno Siswai, tokoh adat Desa Waci kepada Malut Post (Jawa Pos Grup), Selasa (8/9).



Warga percaya, bagi yang mengonsumsi daging kambing akan jatuh sakit. Gangguan kesehatan yang bersifat parah itu konon tak bisa ditangani dokter, dan hanya bisa disembuhkan oleh dukun.



“Begitu juga bagi warga yang menyentuh kambing atau menginjak kotorannya,” tutur Darno. Penyembelihan kambing di dua desa tersebut pun diyakini akan mendatangkan malapetaka bagi desa. 



Warga pendatang, yang paham betul kebiasaan di dua desa ini, harus sembunyi-sembunyi saat hendak makan daging kambing. Hal ini dilakukan untuk menghormati warga pribumi yang alergi kambing. 



“Tak ada warga yang berani melanggar adat ini, karena sudah sering terbukti,” kata Darno. Lantaran adat istiadat ini, penduduk biasanya menggunakan rusa atau sapi untuk akikah anak ataupun kurban. 



Meski harganya jauh lebih mahal dibanding kambing, mereka tak keberatan asalkan itu bisa menghindarkan kampung dari bahaya.(far/kai/jpg)

EDITOR: Ronald