← Beranda

3 Kecamatan di Kulon Progo Dilanda Longsor

Sofyan CahyonoKamis, 17 Januari 2019 | 20.30 WIB
ILUSTRASI: Pemasangan Early Warning System (EWS) longsor di Kabupaten Bantul, DIJ.

JawaPos.com - Tanah longsor melanda Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Bencana alam itu terjadi di tiga kecamatan. Yakni, Kecamatan Temon, Kokap, dan Girimulyo.


"Benar terjadi (tanah longsor), tapi sekarang sudah dikondisikan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulon Progo Ariadi, Kamis (17/1).


Di Kecamatan Temon, tanah longsor menimpa dinding rumah milik Ngatimah, warga RT 2/1, Dusun Balong, Desa Kaligintung. Kemudian di Kecamatan Kokap, material longsor sempat menutup sebagian badan jalan penghubung antar-kecamatan. Tepatnya di RT 25/21, Dusun Teganing, Desa Hargotirto. "Tidak sempat ada yang mengungsi. Di Temon juga sempat ada genangan air karena saluran air tersumbat. Tapi sudah langsung surut," ungkap Ariadi.


Lalu di Kecamatan Girimulyo, longsor juga sempat menutup sebagian badan jalan di RT 22/11, Dusun Ngroto, Desa Purwosari. Pada hari yang sama, pohon berdiameter 30 sentimeter menimpa atap rumah warga di RT 7/12, Dusun Gabahan, Desa Sumberadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman.


Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Joko Supriyanto mengimbau agar warga memperhatikan lingkungan sekitar. "Kalau ada ranting pohon yang sudah tua atau di dekat rumah agar dipangkas. Dibersihkan juga saluran-saluran airnya," imbau Joko.


Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta Agus Sudaryatno menjelaskan, puncak musim hujan untuk DIJ diprakirakan pada Februari mendatang.


"Sedangkan yang perlu diwaspadai bagi masyarakat adalah untuk daerah dataran rendah agar membersihkan parit-parit. Sedangkan daerah dataran tinggi agar waspada terhadap bahaya longsor jika terjadi hujan deras dengan durasi lama," terang Agus.

EDITOR: Sofyan Cahyono