← Beranda

Cuma Rp 95 Ribu Bisa Rasakan Sensasi Menginap Seperti di Kapal Pesiar

Dida TenolaSabtu, 5 Januari 2019 | 13.44 WIB
Bagian depan Kapal Garden Hotel Malang. Harga paling murah di hotel ini sebesar Rp 95 ribu yang cocok bagi para tamu backpacker.

Anda ingin merasakan sensasi menginap di atas kapal pesiar? Tak perlu takut mabuk laut dan merogoh kocek dalam-dalam, karena anda cukup berkunjung ke Malang. Di sana ada Hotel Kapal Garden yang menawarkan konsep berbeda dibanding penginapan lainnya.



Fisca Tanjung, Malang



JawaPos.com- Sekilas, Kapal Garden Hotel memang seolah mengapung di lautan. Saat menatap dari luar, bangunan hotel laksana sebuah kapal yang sedang bersandar di dermaga.


Lokasi hotel itu sendiri cukup mudah ditemukan. Yakni berada di Jalan Raya Sengkaling no. 188, Sengkaling, Mulyoagung, Dau, Kabupaten Malang. Bangunannya masih satu kawasan dengan Taman Rekreasi Sengkaling. Bila anda berkendara dari pusat Kota Malang, Kapal Garden berada di sebelah kanan setelah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). 


Ketika masuk Sengkaling, tamu akan disambut oleh sebuah bangunan berbentuk seperti bagian depan kapal Ro-ro atau sejenis kapal muatan yang dilengkapi alat bongkar muat. Warna bangunan itu cukup menarik perhatian, kombinasi merah dan putih. 


Di bagian sisi kanan dan kiri bangunan, juga terdapat jendela yang dilengkapi kanopi berwarna merah. Mirip jendela kapal. Bedanya, anda tak akan menatap hamparan samudera berwarna biru saat membuka jendela dari dalam kamar.


Sedangkan di atasnya ada sebuah pagar lengkap dengan ornamen pelampung keselamatan berwarna oranye. Tak lupa, juga ada sebuah jangkar berukuran besar yang menggantung di sebelah kanan bangunan.  


Masuk ke area lobi hotel, suasana bak di dalam kapal semakin terasa. Meski badan tidak sampai terombang-ambing karena ombak, tapi desain interior hotel itu begitu kuat menggambarkan suasana kapal. Lorong-lorong menuju kamar dibuat persis seperti yang ada di dalam kapal.


Hotel Manager Kapal Garden Hotel Malang Shinta Suryanti mengatakan, penginapan tersebut terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama yakni dormitory atau kamar yang didesain seperti barak kapal. Jadi satu ruangan dipenuhi dengan kasur tingkat yang berjejer tanpa sekat tembok.


Kamar dormitory ini sangat cocok bagi tamu backpacker. Pasalnya, harga yang dipatok terbilang murah, yakni sebesar Rp 95 ribu per malam sudah termasuk snack. Hanya saja untuk kamar dormitory, ini pengunjung harus sharing kamar mandi dengan tamu lain alias kamar mandi luar. 


"Dormitory ada dua, male (laki-laki) dan female (perempuan). Untuk male ada 60 bed, female 62 bed," ujarnya pada JawaPos.com. 


Selanjutnya menuju ke lantai dua dan tiga terdapat kamar-kamar dengan berbagai tipe. "Sekarang ada 49 kamar dari berbagai tipe. Standar, superior, dan deluxe," terangnya. 


Shinta menjelaskan, untuk kamar tipe standar, pihaknya mendesain kamar dengan bunk bed atau ranjang susun didalamnya. Kamar standar berukuran 15 meter persegi dan sudah dilengkapi dengan kamar mandi. Sedangkan untuk kamar deluxe dan superior memiliki ukuran lebih luas dengan model tempat tidur seperti hotel pada umumnya. 


Kamar tipe deluxe dan superior rata-rata berada di lantai tiga dengan ditambah interior kamar seperti di dalam kapal, yakni jendela yang dibuat miring dilengkapi kanopi. Di lantai tiga, pengunjung juga bisa menikmati nuansa di kapal pesiar dengan menuju ke balkon hotel. Bahkan, pengelola juga menyulap balkon seperti di kapal pesiar. Sehingga tamu bisa berswafoto dengan nuansa Instagramable disana. 


Shinta menerangkan, bangunan ini secara resmi berubah menjadi hotel baru pada 22 September lalu. Sebelumnya, bangunan ini merupakan sebuah tempat yang digunakan untuk hall dan guest house


"Tempat ini berdiri pada tahun 70an. Bentuknya memang sudah kapal begini," terangnya. 


Dia menceritakan, tempat ini awalnya dipegang oleh PT Taman Bentoel. Kemudian pada tahun 2013 diakuisisi oleh UMM. "Awalnya namanya Bougenville room," lanjutnya.


Bahkan, tempat ini dulunya juga sempat dijadikan mess klub Arema. "Sempat jadi mess Arema. Setelah tidak dijadikan mess, diubah. Dulu lantai dua dipakai hall dan kantor, yang bawah restoran. Lantai tiga guest house dan kantor GM," paparnya. 


Meskipun baru dibuka beberapa bulan lalu, animo pengunjung untuk menikmati sensasi menginap di dalam kapal ini rupanya cukup besar. Pada momen libur Natal dan Tahun Baru 2019 lalu, okupansinya bahkan mencapai 90 persen. Sedangkan pada hari biasa, okupansi hotel berada di angka 50 persen.


"Mulai 22 Desember hingga 1 Januari okupansinya 90 persen," jelas Shinta.


Letak hotel yang menyatu dengan Taman Rekreasi Sengkaling, semakin memanjakan tamu. Pasalnya, bila ingin berwisata, tamu cukup berjalan menuju taman rekreasi yang ada di dekat hotel. Selanjutnya bila ingin kuliner maupun wisata belanja, juga terdapat pujasera dan toko oleh-oleh.


So, ingin menghabiskan waktu dengan keluarga? Tak ada salahnya jika akhir pekan ini anda berlibur ke Malang dan merebahkan tubuh di atas empuknya kasur Hotel Kapal Garden.

EDITOR: Dida Tenola