JawaPos.com - Curah hujan tinggi menyebabkan longsor di Kampung Cipambubutan dan Kampung Campedak, Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, kemarin. Tak ada korban jiwa. Namun, empat rumah rusak berat akibat tertimpa material longsor.
Kepala Desa Purwabakti Mulyadi mengatakan, wilayahnya memang rawan longsor. Itu lantaran tekstur tanah yang labil dan banyak rumah warga yang berada di tebingan. “Kejadiannya pukul 20.30 WIB. Rumah Pak Yadi dan Pak Irvan Supandi di Kampung Cipambubutan RT: 04/04, sedangkan di Kampung Campedak RT: 02/04 rumah Pak Omat dan Pak Majid,” ujarnya kepada Radar Bogor (Jawa Pos Group).
Khawatir terjadi longsoran, seluruh penghuni rumah yang terkena longsor diungsikan ke tempat yang lebih aman. Mulyadi mengaku sudah melaporkan peristiwa ini kepada Pemerintah Kabupaten untuk ditindaklanjuti tindakan tanggap bencana. “Mereka harus segera direlokasi karena kondisi rumahnya sangat tidak memungkinkan,” tukasnya.
Di bagian lain, rumah-rumah warga di Kampung Barengkok 1, RT 03/01 Desa Barengkok Kecamatan Leuwiliang, sejak Minggu malam (26/2) terendam banjir. Memed Sumitra (45), ketua RT 03/01 yang juga korban banjir, menuturkan, drainase di wilayahnya sudah tak berfungsi lagi. Kondisi itu membuat air sungai meluap menjadi bah saat hujan lebat sejak kemarin.
“Musibah ini sangat disayangkan. Belum ada tindakan dan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bogor atau Dinas terkait untuk berupaya mengatasi dan menanggulangi banjir,” tuturnya.
Memed mengaku aktivitas warga sangat terganggu akibat bencana itu. Masyarakat juga merasa ketakutan jika hujan turun deras karena pasti akan banjir. “Kami sangat stres jika hujan deras,” keluhnya.
Warga yang rumahnya terendam banjir mengharapkan bantuan dan upaya dari pemerintah setempat agar musibah serupa tak terjadi lagi. (cr4/yuz/JPG)