JawaPos.com - Munculnya hiu tutul di kawasan Pantai Bentar, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Tak ayal, sejak ikan pemburu plankton itu muncul, pengunjung Pantai Bentar semakin membeludak. Bila biasanya hanya ada 50 pengunjung per hari, kini terdapat 500 wisatawan per hari.
Muradi, koordinator pengelola wisata Pantai Bentar, menyatakan bahwa fenomena tersebut terjadi setahun sekali. Hiu itu kerap muncul saat musim hujan selama 2-3 bulan. ''Biasanya pada bulan ke-12 akhir tahun," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.
Dia melanjutkan, hiu tutul membawa berkah untuk Pantai Bentar. Apalagi, kini berbarengan dengan liburan tahun baru. Jumlah pengunjung pun naik sepuluh kali lipat daripada hari-hari biasa. Banyak wisatawan yang berasal dari luar daerah. Di antaranya, Mojokerto, Sidoarjo, Lumajang, Jember, Jogjakarta, dan Jakarta.
Hiu tutul yang muncul di perairan Pantai Bentar cukup banyak. Namun, meski dilihat dari dekat, hewan tersebut dijamin tidak membahayakan pengunjung. Sebab, hiu itu sudah jinak. ''Senin kemarin, ada sekitar 40 ekor. Semuanya sudah jinak," ucap Muradi.
Namun, kemarin (31/12) pukul 10.00 WIB, hanya terlihat satu hiu tutul dengan panjang sekitar 5 meter dan diameter 1,5 meter. Hiu tersebut berenang di kawasan Pantai Bentar, sekitar 500 meter dari bibir pantai. Wisatawan bisa melihat hiu dari dekat dengan menumpang perahu yang disiapkan pengelola Pantai Bentar.
Samsul, 45, pengunjung asal Kecamatan Tanggul, Kota Jember, mengaku senang melihat hiu tutul secara langsung. ''Senang lah, baru kali pertama melihat hiu," tuturnya. Sementara itu, Retno Sulanjari, 29, wisatawan yang juga berasal dari Jember, rela datang jauh-jauh hanya untuk melihat hiu tutul. ''Saya sengaja datang dari Jember untuk melihat hiu itu secara langsung," katanya. (rus/rud/c18/ano)