← Beranda

Bikin Merinding! Saat Pengoplos Ekstasi Autodidak Ungkap Bahan Bakunya

Mohamad Nur AsikinRabu, 7 Juni 2017 | 08.25 WIB
Pelaku pengoplos ekstasi saat digelandang ke Polres Sukarami untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

JawaPos.com -   Bermodalkan hanya Rp200 ribu, Ahmad (40) nekat membuat pil ekstasi oplosan dari berbagai bahan. Namun, saat membawa ekstasi oplosan buatannya, warga Jl Letnan Murod, Sukarami, itu tertangkap petugas.


Pengakuannya, ia beli sabu Rp100 ribu. Lalu, tersangka beli juga bahan lain seperti Paramex, minyak angin, roti, lem, dan minuman ringan. "Semuanya dicampur jadi satu, termasuk sabu," katanya saat diamankan di Polsek Sukarami sebagaimana dilansir Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Rabu (7/6).


Menurut tersangka, bahan-bahan yang digunakan ada manfaatnya masing-masing. Seperti Paramex untuk membuat pil ekstasi oplosan jadi pahit. Minyak angin untuk rasa dingin, lem untuk perekat, roti gandum untuk memadatkan adonan, dan minuman ringan untuk pewarna dan rasa pil itu. 


"Dari adonan itu, jadi 10 butir. Sebutir aku jual Rp280 ribu," ungkapnya. Pengakuan tersangka, baru sekali dia lakukan pengoplosan itu karena tergiur untungnya. Dia mengaku belajar membuat ekstasi secara autodidak.


“Memang iseng saja, sedang perlu uang," tuturnya. 


Kapolsek Sukarami, Kompol Khalid Zulkarnain, melalui Kanit Reskrim, Iptu Marwan mengatakan, tersangka ditangkap saat anggota sedang patroli di kawasan Pulo Gadung. 


“Ketika digeledah, ditemukan kantong plastik hitam berisikan ekstasi oplosan tersebut," katanya. Rencananya, tersangka mau edarkan ekstasi oplosan itu ke kafe di Pulo Gadung dan eks Teratai Putih. 


Terpisah, saat menunggu calon pembeli, seorang pengedar ganja dibekuk anggota Unit Reskrim Polsek Gelumbang. Tersangkanya, Fikri alias Dik (32), warga Kecamatan Sungai Rotan.(wly/roz/ce3/nas/JPG)




EDITOR: Mohamad Nur Asikin