JawaPos.com - Nahas menimpa Doni. Niatannya mencari ikan berbuah petaka. Ketika itu, korban beserta sang istri (Nuryati) mendapati kabar dari warganya bahwa banyak ikan mabuk (ikan yang hampir mati, biasanya mengambang di permukaan air) di Sungai Citarum.
Tak berapa lama kemudian, pasutri yang tinggal di Kampung Poncol Kidul, Kelurahan Karawang Kulon, Kabupaten Karawang, itu bergegas menuju lokasi.
Sesampainya di sana, areal sungai yang dibanjiri ikan mabuk sudah dipenuhi warga.
Dilansir Radar Karawang Online (Jawa Pos Grup), Senin (5/6), mereka pun berebutan memunguti ikan-ikan tersebut termasuk Doni. Namun saat di tempat yang dalam, Doni terpeleset hingga terbawa arus.
Menyaksikan Doni terseret arus, warga yang juga mencari ikan berusaha menolong namun gagal. Korban semakin dalam terseret arus. Tak lama setelah itu Tim Sar dari Tagana Karawang yang dihubungi melakukan pencarian
Bahkan ikut melibatkan BPBD, Sagara dan KSB. Doni baru ditemukan Minggu (4/6) sore sekitar pukul 16.45 WIB dalam kondisi tewas.
Khaming personil Ormas Zhadoel yang ikut dalam pencarian korban menerangkan, istri korban bersama warga sebelumnya sempat melakukan pertolongan begitu menyaksikan Doni tergelincir dan terseret arus.
Pencarian bahkan dilakukan dengan menggunakan jaring ikan.
"Karena tak kunjung ditemukan, warga akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke aparat kepolisian dan tim SAR Karawang. Warga dan isteri korban sesaat setelah kejadian langsung melakukan pencarian," kata Kaming.
Sementara Obay, anggota PMI Kabupaten Karawang menerangkan berdasar pengakuan warga, korban sebelumnya berada di tengah sudah melambaikan tangan, namun warga tidak mampu menolongnya.
"Menurut pengakuan saksi yaitu warga, korban sudah di tengah dan melambaikan tangan, namun tidak ada yang menolong karena merasa khawatir hingga akhirnya korban terbawa arus sungai Citarum," pungkasnya.
Aparat kepolisian dan tim SAR langsung mengerahkan perahu untuk melakukan pencarian. Setelah proses pencarian berlangsung selama lima jam, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa tidak jauh dari lokasi tenggelam.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Karawang untuk keperluan visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan. (yfn/ops/mam/JPG)