Jawapos.com - Cethitet salah satu makanan tradisional yang saat ini sudah jarang ditemui. Olahan itu dijadikan gunungan yang diarak dalam kirab budaya Merti Dusun Simping, di Desa Sidomoyo, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, pada Minggu (19/11).
Cethitet yang berbahan dasar tepung ini merupakan satu diantara banyak makanan tradisional yang menjadi potensi di daerah ini. "Selain Cetithet, juga ada gatot, jadah, plendung, lopis, blendo. Sampai sekarang di sini masih produksi dijual di warung-warung kelontong," kata Lurah Desa Sidomoyo, Hariyadi, di lapangan desanya, Minggu (19/11).
Kegiatan ini merupakan salah satu upayanya untuk mengangkat keberadaan makanan-makanan tradisional yang sudah hampir dilupakan. Bahkan, menurutnya, makanan ini selain harga yang sangat terjangkau juga menyehatkan. Karena pembuatannya yang berbahan dari hasil-hasil bumi alami.
"Semuanya dari bahan alami, seperti ketela, jagung, beras, dan gandum. Kalau ada pemanisnya pun, dari air gula juruh. Kalau harga, itu tinggal permintaan pembeli. Beli dua ribu, atau tiga ribu (rupiah) boleh," katanya.
Demi mengangkat potensi produksi makanan tradisional ini pun, di desanya pada 2018 mendatang akan dibangun sebuah tempat bernama Wana Desa. Lahan yang dikhususkan untuk penanaman tumbuhan berupa ketela, maupun jagung.
Panitia acara, Agus Suryanto mengatakan, kirab budaya merupakan deretan dari beberapa acara Merti Dusun yang digelar sejak 17-25 November mendatang. "Untuk membangun ekonomi, sosial, dan budaya di padukuhan," katanya.