JawaPos.com - Kabupaten Pacitan memang dikenal dengan sejumlah potensi wisata mengagumkan. Ada Gua Gong, Gua Tabuhan, Pantai Teleng Ria, Watu Karung, dan banyak potensi wisata lainnya. Tetapi dari beberapa obyek wisata tersebut ada satu lokasi wisata yang unik, namanya Bayu Tibo. Lokasi wisata ini terletak di Dusun Widoro, Desa Widoro, Donorojo, Pacitan.
Banyu Tibo memiliki arti Banyu = Air sedangkan Tibo = jatuh. Nama tersebut diambil karena obyek wisata memang ada air yang jatuh dari atas. Air bukan dari laut, melainkan air tawar yang keluar dari dua sumber. Yakni, sumber Dung dan Timo. Dua sumber air tawar itu menjadi andalan warga sekitar untuk keperluan sehari-hari.
Dari situlah warga sekitar memberikan nama Banyu Tibo. Obyek wisata ini masih begitu alami. Tidak banyak pembangunan yang ada di sekitar lokasi. Seluruh pengelolaan wisata dilakukan oleh warga sekitar.
Sebelum mengelola Banyu Tibo, warga sekitar rata-rata bekerja sebagai petani. Ada juga yang menjadi nelayan. "Wisata ini baru dibuka kurang lebih 3,5 tahun dan semua pengelolanya adalah warga sekitar atau warga desa," terang Surahman, 67, salah satu pengelola Banyu Tibo.
Obyek wisata ini justru pertama kali diketahui oleh orang luar Pacitan. Waktu itu banyak yang datang. Mereka selanjutnya mengupload foto saat berwisata di Banyu Tibo. Dari situ, semakin banyak yang datang. "Setelah itu, kami berinisiatif untuk melakukan pengelolaan obyek wisata ini," katanya.
Lokasi wisata ini berjarak 1,5 kilometer dari jalan utama. Meski tidak terlalu jauh, pengunjung harus berhati-hati untuk menuju ke lokasi wisata. Karena jalan hanya bisa dilewati oleh minibus. Itupun lebar jalannya juga sempit. Sehingga tidak bisa dilalui dua mobil sekaligus. "Kalau untuk keluar masuk mobil, kami menggunakan HT. Jadi ini jalannya memang kecil," terang Surahman.
Tetapi, perjuangan pengunjung akan terbayar saat sampai di lokasi Banyu Tibo. Keindahan alam pegunungan dipadu dengan suara deburan ombak laut menjadi pemandangan yang tidak biasa. Belum lagi, pengunjung akan menyaksikan pemandangan unik berupa guyuran air tawar yang menuju ke pantai.
Tetapi, Pantai Banyu Tibo tidak bisa digunakan untuk sekadar berenang. Karena tingginya ombak serta lokasi yang sempit cukup berbahaya. Apalagi jika sang pengunjung tidak jago berenang. Untuk merasakan sensasi guyuran air tawar, pengunjung harus turun lebih kurang 2 meter.
Pengelola sudah menyiapkan tangga dari bambu untuk menuju ke lokasi. Tetapi sebelum turun, Anda sebaiknya menyewa pelampung yang sudah disediakan oleh pengelola. "Untuk pelampung sewanya Rp 10 ribu. Tapi kalau mau tidak menyewa pelampung, ya tidak apa-apa membayar seiklasnya saja," ucap Surahman.
Di pantai, sudah ada lebih kurang delapan pemandu. Mereka sudah terlatih sehingga bisa memberikan keamanan saat pengunjung ingin mencoba berenang. Sejak dibuka beberapa tahun lalu, sudah sangat banyak pengunjung yang datang.
Mereka ada yang dari Surabaya, Malang, Semarang, Solo, Yogyakarta dan berbagai Kota lainnya. "Kalau tidak hujan, pengunjung bisa 300 orang per hari. Kalau pas libur lebih banyak sampai 500 orang. Tapi kalau hujan ya sangat sedikit," terangnya.
Salah saeorang pengunjung, Tiwi, 28, mengaku begitu terpesona saat melihat Banyu Tibo. Menurutnya, wisata alam ini masih begitu asri. "Mungkin masih perlu dieksplore lagi potensi alamnya biar lebih menarik," kata Tiwi.