← Beranda

Ini Ajakan Lembaga Adat Minang Terkait Menjamurnya Komunitas LGBT

AdministratorJumat, 3 November 2017 | 03.57 WIB
Ketua LKAAM Sumbar M Sayuti Dt Rajo Pangulu

Jawapos.com - Pengurus Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat mengaku sangat prihatin dengan makin menjamurnya komunitas Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang kini terus tumbuh di Sumbar. Apalagi, baru-baru ini menyasar oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Pariaman.


Menurut Ketua LKAAM Sumbar M Sayuti Dt Rajo Pangulu, LGBT di Sumatera Barat sangat merisaukan. Bahkan, dari laporan sebuah lembaga, di Sumbar saat ini, terdapat sektiar 75 komunitas LGBT yang terus eksis secara diam-diam.


"Binatang saja tidak mau kawin sejenis, kok manusia mau seperti itu. Ini mengancam sekali bagi generasi muda Minangkabau," kata Sayuti saat dihubungi Jawapos.com pada Kamis (2/11).


Menurut Sayuti, pengaruh LGBT ini telah menjangkau berbagai kalangan. Mulai dari gerenasi muda hingga tua di Sumbar. "Ada lembaga yang melaporkan jumlahnya pada saya. Kalau ini terus menjamur, saya tidak bisa bayangkan bumi Minang ini karam seperti nasib umat Nabi Luth," kata Sayuti yang enggan menyebutkan nama lembaga dimaksud.


Cara terbaik membumihanguskan LGBT di Sumbar kata Sayuti, adalah dengan saling bersinergi antara Pemerintah dengan ulama dan niniak-mamak sebagai pemangku kepentingan dalam kaum suku di Minangkabau. Dengan kata lain, ulama mengawasi umat, niniak-mamak mengawasi anak dan kemenakan. Serta, Gubernur mengawasi masyarakatnya. "Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, harus bersama-sama," katanya.


Setelah menyatukan niat dan komitmen bersama, baru dirumuskan program dalam aksi nyata. Sehingga, Pemerintah tidak terkesan berkutat dari himbauan ke himbauan semata. "Jadi, jangan sekedar kecam mengecam. Tunjukkan keseriusan memberantas LGBT dengan aksi nyata," pesan M Sayuti.


Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit sempat naik pitam saat mengetahui pasangan yang diduga Gay dan ditangkap Satpol PP Kota Pariaman beberapa waktu lalu adalah salah seorang ASN.


"Itu perilaku yang sangat memalukan. Di Sumbar, kami menolak dan tidak ada tempat bagi LGBT. Saya minta, pimpinannya di Pariaman memberikan sanksi tegas," kata Nasrul.


Kegeraman Wagub bukan tanpa alasan. Sebab, sejak awal dilantik menjadi Wakil Gubernur Sumbar tahun 2016 lalu, Nasrul telah terang-terangan menolak dan mengutuk LGBT di Ranah Minang.


Komentar tegas Wagub Sumbar ini berawal dari penangkapan dua orang lelaki yang diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pariaman. Kedua lelaki yang diduga kuat pasangan Gay ini ditangkap tengah melakukan oral sex di salah satu areal fitnes lantai II Plaza Pariaman, pada Sabtu malam (29/10) lalu.


Kedua lelaki itu masing-masing berinisial S (36) yang diketahui adalah seorang ASN dilingkup Pemerintah Kota Pariaman. Kemudian, pasangannya berinisial I (22), yang diketahui sebagai seorang mahasiswa Perguruan Tinggi di Kota Pariaman.

EDITOR: Administrator