JawaPos.com - Pernak-pernik Imlek banyak diburu masyarakat. Salah satunya adalah topeng barongsai. Bahkan, penjualnya bisa mendapatkan penghasilan lima kali lipat dibandingkan hari biasa.
Hal itu seperti dialami Nadilla Cornellya Safitri asal Desa Mulyoagung, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim). Menurutnya, Tahun Baru Imlek sudah menjadi agenda rutin untuk meraup keuntungan.
Dalam sehari, ia dapat meraup keuntungan Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. Terpaut jauh jika dibandingkan hari biasa yang hanya mendapat untung Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu.
"Lumayan, dalam sehari keuntungan bisa mencapai lima kali lipat dibandingkan hari biasa," ucap perempuan berusia 18 tahun itu saat berjualan di depan Klenteng Hok Swie Bio, Bojonegoro, Jumat (16/2).
Setiap produk, Nadilla mengambil keuntungan Rp 7 ribu sampai Rp 10 ribu. Itu tergantung besar kecil serta kerumitan dalam pembuatan ornamen. Ada beberapa jenis ornamen beserta harganya.
Di antaranya ornamen badut dengan harga Rp 15 ribu dan topeng banteng-Rreog ukuran kecil seharga Rp 30 ribu. Serta topeng barongsai menyerupai banteng-reog ukuran besar yang dapat dipakai dipatok dengan harga Rp 50 ribu.
Perempuan yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Bojonegoro itu tidak membuka lapak sendirian. Nadilla berjualan bersama ibunya. "Ya kan hari libur dan di rumah kebetulan tidak ada kegiatan. Setidaknya bisa membatu orang tua," tutur gadis kelas XII itu.
Sejak lima tahun lalu, Nadilla kerap membantu ayahnya berjualan saat hari-hari besar. "Senang, saya kan belum punya penghasilan. Begitu libur tiba, saya pasti menggantikan bapak berjualan. Terhitung sejak saya masih Sekolah Menengah Pertama (SMP). Apalagi momen hari besar seperti ini." tutup Nadilla.