
Museum Pengkhiantan PKI yang sering disebut Lubang Buaya
JawaPos.com - Peristiwa bersejarah G30SPKI atau Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia, Lubang Buaya menjadi salah satu tempat yang dihormati dan selalu dikenang hingga kini. Bahkan, tidak ketinggalan para kaum milenial pun masih berminat mengunjungi museum.
Selaku pengelola museum, Arifin menyatakan bahwa tempat-tempat bersejarah yang dikelola di Lubang Buaya terus mendapat perawatan bahkan perbaikan. Dia mengakui ada beberapa tempat yang memang diperbaiki karena rusak.
"Kalau peralatan merubah itu yang sudah rusak saja, contoh di Rumah Tiga Bersejarah ada yang hancur kayu keropos dan sebagainya kita congkel yang rusak kita tambal dengan kayu yang lain," jelas Arifin saat ditemui di Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (22/9).
"Ada tiang yang sudah rapuh kita ganti dengan tiang beton terus kita lapisi dengan kayu kita berusaha seperti aslinya," imbuhnya.
Walaupun bahan-bahan bangunan banyak yang sudah tidak asli, namun Arifin menyatakan pihak pengelola tidak pernah merubah struktur bangunan aslinya. Sebab, itu akan mengurangi nilai sejarah dari rumah-rumah tersebut.
"Setiap tahun ada pembenahan tapi hanya yang rusak saja, seperti yang sering diganti rumah Dapur Umum karena jaman dulu masih menggunakan kayu, jadi papan keliling selalu ganti. Kita ganti yang rusak tanpa merubah fisik bangunan seperti awal," terang Arifin.
Begitupula dengan genteng yang dipakai sejak dulu, Arifin mengaku pengelola membenahinya dengan mencarikan bahan yang mirip dengan yang asli. Sehingga, pengunjung dapat merasakan tidak adanya perbedaan.
"Contoh genteng, yang dulu itu tipis sekarang kan nggak ada jadi kita cari yang mirip makanya disitu ada genteng yang asli dan mirip. Pengecatan juga kita lakukan jika sudah usang," terangnya.
Arifin menyampaikan untuk koleksi tidak ada penambahan, hanya saja untuk diorama pihak pengelola coba menambahkanya. Dari hanya 9 diorama ditambah 16 sampai berjumlah 34 diorama yang hanya berkaitan dengan peristiwa G30S/PKI.
"Adapula yang kita hilangkan yang nggak ada hubungannya dengan G30S - PKI yaitu penandatanganan perintah 11 Maret dan Pengangkatan Letjen Soeharto sebagai pejabat Presiden, itu 2007 tadinya ada kita hilangkan karena tidak berhubungan langsung karena itu kejadian setelah peristiwa," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
