
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima benda bersejarah berupa fosil hingga artefak dari Kabupaten Nganjuk. (Kementerian Kebudayaan)
JawaPos.com-Berbagai sejumlah temuan sejarah dan kebudayaan ditemukan di wilayah Nganjuk, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Temuan tersebut berupa bahan seperti fosil hingga artefak penting dari Desa Tritik.
Yakni, dua warangka (sarung keris), produk dupa dari pohon kemenyan putih, dua batu berlian meteorit jenis lonsdaleite, wayang timplong bergambar tokoh Dewi Sekartaji, serta bahan paparan proposal pengembangan kawasan budaya Nganjuk.
Temuan-temuan tersebut telah diserahkan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Disporabudpar) kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Museum Nasional Jakarta. Kesempatan tersebut juga turut dihadiri selebriti Marcella Zalianty dan Olivia Zalianty.
Kepala Disporabudpar Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo menyampaikan, wilayah Hujan Tritik di Nganjuk bagian utara menyimpan banyak potensi arkeologis dan geologis. Termasuk fosil hewan purba seperti Stegodon, peralatan batu prasejarah, serta fosil pohon kemenyang putih.
Menurut dia, temuan tersebut menjadi bukti nyata adanya jejak peradaban kuno di kawasan tersebut.
“Temuan-temuan itu menjadi bukti bahwa wilayah kami menyimpan warisan sejarah penting yang perlu dijaga bersama,” kata Gunawan lewat keterarangan tertulis yang diterima Jawa Pos, Jumat (10/10).
Keputusan relokasi tersebut juga berdasar pertimbangan lain seperti latar belakang sejarah kawasan Candi Lor yang relevan dengan identitas Anjuk Ladang. Saat ini, Musem Anjuk Ladang berstatus museum umum karena memiliki koleksi yang memadai.
Dan, berpotensi untuk naik level menjadi museum tipe A. Disporabudpar Kabupaten Nganjuk juga tengah mendampingi pembangunan Museum Prasejarah di Desa Tritik, Kecamatan Rejoso yang akan menjadi museum khusus bertema prasejarah.
Proses penataan museum ini dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Geologi untuk memastikan akurasi ilmiah dalam penyajian koleksi dan narasi. Saat ini diketahui bahwa kabupaten Nganjuk baru memiliki tiga museum. Yaitu, Museum Anjuk Ladang, Museum Dr. Sutomo, dan Museum Jenderal Besar Sudirman.
“Saya mengapresiasi semangat masuarakat Nganjuk yang berupaya melestarikan sejarah dan kebudayaan,” ujar Faldi.
Pasalnya, fosil, artefak maupun temuan bersejarah lainnya memiliki nilai yang tak terhingga bagi identitas bangsa. “Jadi, tidak hanya berharga bagi daerah, tapi pemahaman kita tentang sejarah peradaban Nusantara,” papar Fadli.
Bahkan, dia juga menyoroti potensi ekonomi kreatif dan pendidikan dari artefak serta budaya lokal Nganjuk. Contohnya, wayang timpling dan produk turunan kemenyan putih yang bisa dikembangkan dalam konteks diplomasi budaya dan pariwisata berbasis warisan lokal.
“Kami akan mendukung pengembangan museum dan program edukasi yang berakar pada budaya lokal agar nilai-nilai sejarah dapat terus hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat,” jelas Fadli.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
