
Kondisi banjir bandang di Kabupaten Nagekeo, NTT, Senin (8/9). )BPBD Kabupaten Nagekeo)
JawaPos.com - Bencana banjir tidak hanya menerjang Bali. Kabupaten Nagekeo di Nusa Tenggara Timur (NTT) juga dilanda banjir. Total ada 5 korban meninggal dunia dan 3 korban lain hilang.
Air datang menyapu permukiman dan rumah-rumah warga pada Senin (8/9). Banjir yang disebabkan hujan deras dengan intensitas tinggi itu dilaporkan menyebabkan kerusakan berat dan merenggut korban jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengungkapkan, banjir di Nagekeo terjadi di Kecamatan Mauponggo yang bertopografi perbukitan.
Saat musibah itu terjadi, air mengalir deras dari daerah hulu menuju pesisir pantai. Akibatnya, sarana dan prasarana umum, rumah, jembatan, dan jaringan listrik serta komunikasi rusak berat.
”Perkembangan penanganan bencana, 2 ruas jalan yang sebelumnya terputus karena banjir telah berhasil ditangani, tetapi 3 ruas jalan lain masih belum dapat dilalui,” terang Abdul Muhari pada Jumat (12/9).
BNPB memastikan bahwa sampai saat ini Tim BPBD Nagekeo bersama dinas teknis terkait masih terus berupaya melaksanakan perbaikan dan pemulihan. Mereka sudah menurunkan alat berat untuk mempercepat pemulihan akses dan infrastruktur jalan.
”Korban jiwa tercatat sebanyak 5 orang meninggal dunia, 3 orang masih hilang, dan 3 lainnya luka-luka,” jelasnya.
Sementara jumlah pengungsi tercatat ada sebanyak 30 jiwa. Rata-rata, mereka mengungsi ke rumah-rumah kerabat masing-masing. Kabupaten Nagekeo terletak di tengah-tengah Pulau Flores, salah satu pulau di kepulauan NTT.
BNPB juga sudah mendapat data kerusakan materiil yang terdiri atas 1 rumah hanyut, 1 rumah rusak berat, 2 kantor pemerintah rusak, 2 jembatan rusak, dan 3 ruas jalan utama terdampak.
”Upaya pencarian korban yang hilang juga masih berlangsung dengan keterlibatan Tim SAR, TNI, dan Polri, meskipun kondisi cuaca berkabut tebal serta lumpuhnya jaringan komunikasi dan listrik memperlambat proses penanganan dan pelaporan,” kata dia.
Pemkab Nagekeo juga sudah menetapkan status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem yang berlaku mulai 9-30 September 2025.
Bantuan darurat berupa selimut, matras, peralatan masak, hygiene kit, kasur lipat, velbed, peralatan kebersihan, makanan protein untuk anak-anak, serta tenda keluarga telah disiapkan dan dikirim melalui jalur laut oleh BPBD Provinsi NTT dan didukung oleh BNPB.
”BNPB mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir, longsor, dan angin kencang yang dapat terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi,” jelasnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
