
Prajurit TNI AL Kelas Satu Jumran, pembunuh jurnalis asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Juwita, tidak dituntut hukuman mati. (ANTARA)
JawaPos.com - Keluarga korban, jurnalis asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Juwita, 23, yang menjadi korban pembunuhan, kecewa karena oknum Prajurit TNI AL Kelas Satu Jumran selaku terdakwa tidak dituntut pidana mati atas perbuatannya. "Pihak keluarga selalu memohon kepada Oditurat Militer (Odmil) III-15 Banjarmasin agar menuntut terdakwa dengan pidana maksimal, karena ini jelas perencanaan yang matang, namun ternyata hanya pidana seumur hidup," kata Kuasa Hukum Keluarga Korban, Muhamad Pazri, setelah sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Militer I-06 Banjarmasin di Banjarbaru, Rabu (4/6).
Berdasarkan fakta-fakta persidangan serta bukti yang ada, Pazri menilai terdakwa layak dituntut maksimal dengan pidana mati. "Yang melakukan pembunuhan adalah aparat negara (militer), masyarakat sipil saja kalau kasus seperti ini bisa dihukum maksimal pidana mati," ujarnya, dikutip dari Antara.
Pazri menegaskan bahwa keluarga korban sangat kecewa atas tuntutan tersebut karena dinilai kurang maksimal, apalagi dalam persidangan ini tidak ada fakta yang dapat meringankan hukuman atas perbuatan terdakwa. Terlebih lagi, kata dia, Komnas HAM dan LPSK RI telah memberikan sejumlah rekomendasi serta sepakat bahwa terdakwa telah melakukan pembunuhan berencana terhadap korban.
Bahkan sebelum agenda sidang tuntutan hari ini, pada Senin (2/6) pihak keluarga sempat mengirimkan surat kepada Kepala Odmil Banjarmasin yang berisi permohonan agar terdakwa dituntut maksimal dengan pidana mati. Menurut dia, dalam sistem peradilan di Indonesia, biasanya vonis hakim tidak jauh berbeda dengan tuntutan saat persidangan, sehingga pidana mati terhadap terdakwa Jumran dalam kasus ini memiliki peluang yang cukup kecil.
Namun demikian, pihak keluarga tetap menghormati Odmil Banjarmasin karena memang sepenuhnya merupakan kewenangan lembaga tersebut dalam memberikan tuntutan terhadap terdakwa yang merupakan prajurit TNI. "Kami berharap majelis hakim dapat mengambil keputusan yang bijak saat pembacaan vonis nanti sehingga pihak keluarga korban mendapatkan keadilan sesuai dengan perbuatan terdakwa," ujar Pazri.
Dalam agenda sidang ini, Odmil Banjarmasin menuntut oknum TNI AL Kelas Satu Jumran, terdakwa pembunuhan terhadap jurnalis asal Banjarbaru bernama Juwita, 23, dengan pidana penjara seumur hidup. "Pidana seumur hidup agar terdakwa dipenjara sampai meninggal di dalam sel. Mengingat dakwaan primer Pasal 340 KUHP terbukti secara sah dan meyakinkan. Kami mohon majelis hakim menjatuhkan pidana seumur hidup terhadap terdakwa," kata Kepala Odmil III-15 Banjarmasin Letkol CHK Sunandi ketika membacakan tuntutan di Ruang Sidang Antasari, Pengadilan Militer I-06 Banjarmasin di Banjarbaru, Rabu.
Sunandi menegaskan bahwa terdakwa secara sengaja dan telah merencanakan terlebih dahulu untuk merampas nyawa korban sehingga layak dituntut pidana seumur hidup serta pidana tambahan agar terdakwa Jumran dipecat dari dinas TNI AL. "Tidak terdapat alasan pembenar terhadap perbuatan terdakwa dan tidak ada alasan pemaaf terhadap kesalahannya. Maka terdakwa harus dihukum," ujar Sunandi.
Peristiwa pembunuhan jurnalis Juwita itu terjadi di Jalan Trans Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru pada 22 Maret 2025. Jasad korban ditemukan warga tergeletak di tepi jalan sekitar pukul 15.00 WITA bersama sepeda motor miliknya yang kemudian muncul dugaan menjadi korban kecelakaan tunggal.
Korban bekerja sebagai jurnalis media dalam jaringan (daring) lokal di Banjarbaru dan telah mengantongi uji kompetensi wartawan (UKW) dengan kualifikasi wartawan muda. Warga yang menemukan pertama kali justru tidak melihat tanda-tanda korban mengalami kecelakaan lalu lintas. Di bagian leher korban terdapat sejumlah luka lebam, dan kerabat korban juga menyebut ponsel milik Juwita tidak ditemukan di lokasi.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
