Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Desember 2024 | 18.19 WIB

BMKG Ingatkan Warga Waspadai Cuaca Ekstrem di Jateng pada 9-11 Desember

Ilustrasi pohon tumbang di ruas jalan nasional Banjarnegara-Banyumas, Minggu (8/12) malam. (BPBD Banjarnegara/Antara) - Image

Ilustrasi pohon tumbang di ruas jalan nasional Banjarnegara-Banyumas, Minggu (8/12) malam. (BPBD Banjarnegara/Antara)

JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Tengah (Jateng) untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi pada 9-11 Desember.

”Berdasar informasi dinamika atmosfer yang dirilis BMKG Stamet (Stasiun Meteorologi) Ahmad Yani Semarang pagi ini (9/12), potensi cuaca ekstrem tersebut dipicu beberapa faktor,” kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stamet Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo seperti dilansir dari Antara di Cilacap, Senin (9/12).

Dalam hal ini, kata dia, potensi cuaca ekstrem dipicu aktifnya Madden Julian Oscillation (fenomena sirkulasi atmosfer skala besar yang terjadi di wilayah ekuator) pada fase 5 berkontribusi pada aktivitas pembentukan awan konvektif di wilayah Indonesia termasuk wilayah Jateng.

Selain itu, lanjut dia, adanya pola siklonik di selatan Sumatera dan Nusa Tenggara Timur yang menyebabkan pembentukan wilayah pertemuan massa udara, perlambatan angin, dan belokan angin di Jateng. Faktor lainnya berupa kelembapan udara di berbagai ketinggian cenderung basah, sehingga berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan yang menjulang hingga ke lapisan atas.

Dia mengatakan, kondisi labilitas udara yang cenderung labil di wilayah Jawa Tengah serta hangatnya suhu permukaan air laut di Laut Jawa menunjukkan adanya potensi penambahan massa uap air yang dapat meningkatkan aktivitas pertumbuhan awan hujan.

”Kondisi tersebut dapat menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah Jateng pada 9-11 Desember,” terang Teguh Wardoyo.

Lebih lanjut, dia mengatakan, wilayah yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem pada Senin (9/12) meliputi Kota Magelang, Surakarta, dan Salatiga serta Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Semarang, Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes, dan sekitarnya.

Sementara pada Selasa (10/12), cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Kota Magelang, Salatiga, dan Surakarta serta Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Semarang, Salatiga, Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes, dan sekitarnya.

Selanjutnya pada Rabu (11/12), cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Kota Magelang dan Salatiga serta Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Semarang, Salatiga, Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, dan sekitarnya.

”Terkait dengan hal itu, kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode tiga hari ke depan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang, serta sambaran petir terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” ucap Teguh.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore