Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Agustus 2024 | 02.54 WIB

Telkom Regional III Gandeng BMM Garap Penanaman 4.000 Bibit Mangrove

Telkom Regional III Jateng Jatim Balnus gandeng Lembaga Baitulmaal Muamalat (BMM) tanam 4.000 bibit Mangrove, di Desa Tanjung Widoro, Kabupaten Gresik, Kamis (29/8). (Istimewa) - Image

Telkom Regional III Jateng Jatim Balnus gandeng Lembaga Baitulmaal Muamalat (BMM) tanam 4.000 bibit Mangrove, di Desa Tanjung Widoro, Kabupaten Gresik, Kamis (29/8). (Istimewa)

JawaPos.com–Telkom Regional III Jateng Jatim Balnus gandeng Lembaga Baitulmaal Muamalat (BMM) menggarap penanaman 4.000 bibit Mangrove, di Desa Tanjung Widoro, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Kamis (29/8). Program itu diproyeksikan selama 6 bulan untuk melindungi keanekaragaman hayati flora dan fauna dari muara sungai yang dipengaruhi pasang surut air laut.

Hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis yang umumnya tumbuh pada tanah lumpur aluvial di daerah pantai yang terlindung atau muara sungai yang dipengaruhi pasang surut. Menurut General Manager Telkom Suramadu Hendro Setyo Budi, program penanaman mangrove masuk dalam program kegiatan Telkom Employee Social Activity (TESA).

”Kegiatan ini social activity ini dimulai Telkom sejak 2023 yakni dalam Aspirasi Pemegang Saham sebagaimana adanya Key Performance Indicator (KPI) yang menjadi target kinerja Direksi BUMN yaitu dengan melibatkan partisipasi  karyawan secara aktif dalam program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL),” kata Hendro Setyo Budi.

”Setiap karyawan terlibat dalam minimal 1 kegiatan sosial kemasyarakatan baik yang berasal dari program TJSL maupun dari luar. Hal tersebut diwujudkan dengan bentuk kegiatan sosial oleh karyawan BUMN termasuk Telkom sebagai inisiator, pelopor, dan pelaku dalam pelaksanaan program PSEL (Pemberdayaan Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan),” lanjut Hendro Setyo Budi.

Mangrove merupakan salah satu sumber daya alam yang mempunyai nilai dan arti yang sangat penting baik dari segi fisik, biologi, maupun sosial ekonomi.

”Tujuan penanaman 4.000 bibit mangrove ini untuk melestarikan ekosistem mangrove melalui kegiatan penanaman mangrove dan melindungi keanekaragaman hayati flora dan fauna sekitar area konservasi mangrove,” tegas Hendro.

Kepala Cabang Dinas Kehutanan Bojonegoro Widodo Joko Santoso menambahkan, akibat meningkatnya kebutuhan hidup, manusia telah mengintervensi ekosistem tersebut. Hal ini dapat terlihat dari adanya alih fungsi lahan mangrove menjadi tambak, permukiman, areal industri, dan sebagainya.

Hutan mangrove menjadi habitat, tempat mencari makan (feeding ground) dan memijah (nursery ground) bagi berbagai jenis ikan, udang dan kepiting.

”Selain itu dengan kandungan bahan organik yang tinggi, hutan mangrove berperan penting dalam rantai makanan di lingkungan perairan dan pesisir,” tambah Widodo.

Dinas Lingkungan Hidup dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sedang memetakan potensi pengembangan mangrove di Jawa Timur.

”Jadi, saat ini pemerintah Indonesia ini sedang ditargetkan oleh dunia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, mengurangi emisi karbon,” tegas Widodo.

”Mangrove yaitu 4 sampai 5 kali lebih besar menyerap karbon, sehingga targetnya memang di Jawa Timur ini untuk pemulihan sistem mangrove sampai 2030 yaitu Tuban, Gresik, Sidoarjo, Surabaya, itu 33.000 hektare,” imbuh dia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore