Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Maret 2024 | 17.51 WIB

Dinkes Gunungkidul Periksa 53 Warga untuk Cegah Suspek Antraks

Ilustrasi: Hewan ternak sapi dapat menjadi perantara penyebaran wabah antraks. - Image

Ilustrasi: Hewan ternak sapi dapat menjadi perantara penyebaran wabah antraks.

JawaPos.com–Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta memeriksa 53 orang di Pedukuhan Kayoman, Kelurahan Serut. Itu dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya kasus warga yang suspek antraks di wilayah itu.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan, dari 53 warga yang diperiksa, 17 orang diambil sampel darah untuk dikirim ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jogjakarta.

”Sebanyak 17 warga yang diambil sampel darahnya karena berinteraksi dengan ternak yang diduga terjangkit antraks,” kata Dewi Irawaty seperti dilansir dari Antara.

Dia mengatakan, 17 warga tersebut bergejala suspek antraks. Namun, yang dirawat di rumah sakit dua orang.

”Petugas sudah melakukan langkah-langkah cepat mengantisipasi penyebaran antraks kepada warga,” ujar Dewi Irawaty.

Sebelumnya, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul Wibawanti Wulandari mengatakan, kronologi kejadian itu bermula saat salah seorang warga Pedukuhan Kayoman membawa pulang kambing yang sudah disembelih dari Sleman pada 24 Februari. Warga tersebut kemudian sakit.

Akan tetapi, lanjut dia, pihaknya tidak bisa menjawab lebih lanjut mengenai sakitnya warga tersebut karena ranah Dinas Kesehatan. Pada Kamis (7/3), ternak milik warga tersebut mati dan sempat disembelih.

”Kami belum mengetahui posisi kambing yang dibawa pulang apakah dibeli atau diberikan dari Sleman. Namun, sapi yang disembelih tidak jadi dimakan langsung dikubur, itu kejadian sapi dini hari,” papar Wibawanti Wulandari.

Dia mengatakan, dampak kasus antraks Sleman tersebut, ada tiga ekor kambing dan sapi yang mati. DPKH juga menyiramkan formalin di lokasi penguburan dan lokasi pengulitan hewan ternak yang diduga terkena antraks.

”DPKH Gunungkidul memberikan antibiotik dan vitamin kepada hewan ternak yang masih hidup untuk kemudian nanti divaksinasi. Kita memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak keluar dulu,” tutur Wibawanti Wulandari.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore