
Raden Tumenggung Notopuri yang menjadi bupati pertama Sidoarjo. Kini namanya diabadikan dalam RSUD. (Istimewa/PEMKAB SIDOARJO)
JawaPos.com - Pemilihan nama Raden Tumenggung Notopuro sebagai nama baru RSUD Sidoarjo ternyata memiliki arti yang mendalam. Sejarah Kabupaten Sidoarjo terpatri dalam sosok RT. Notopuro, yang bergelar Tjokronegoro I, sebagai bupati pertamanya.
Dia adalah putra dari Bupati Surabaya dan menetap di Pandean. Namun, kehadirannya tidak hanya ditandai oleh keberadaannya sebagai pemimpin, tetapi juga oleh jejak pembangunan yang diwariskannya.
Dikutip Radar Sidoarjo (Jawa Pos Grup), pada masa pemerintahannya, masjid Al Abror di Pekauman mengalami proses renovasi yang mengubah wajahnya. Namun, kontribusi terbesarnya terletak pada perubahan nama kabupaten.
Berdasarkan keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No. 10/1859 tanggal 28 Mei 1859, Kabupaten Sidokarie diganti nama menjadi Kabupaten Sidho-Ardjo, yang sekarang dikenal sebagai Sidoarjo.
Pada tahun 1862, pria yang mendapat gelar Tjokronegoro I itu mengambil keputusan berani dengan memindahkan rumah Kabupaten dari kampung Pandean ke kampung Pucang (Wates). Di sana, dia mendirikan Masjid Jami' (Masjid Agung), yang menjadi salah satu landmark penting di Sidoarjo hingga saat ini.
Selain itu, di sebelah barat masjid, dia juga mendirikan Pesarean Pendem (Asri). Tempat ini tak hanya menjadi tempat peribadatan, tetapi juga tempat peristirahatan terakhirnya.
Meskipun kepemimpinannya tergolong singkat, hanya berlangsung sekitar 4 tahun, namun Tjokronegoro I meninggalkan warisan yang tak terlupakan bagi Kabupaten Sidoarjo. Pada tahun 1862, dia meninggal dunia setelah menderita sakit dan dimakamkan di Pasarean Pendem Hing Asri yang terletak di belakang Masjid Agung Sidoarjo.
Sebagai penggantinya, pada tahun 1863, kakak almarhum diangkat sebagai Bupati Sidoarjo, yaitu Bupati R.T.A.A Tjokronegoro II (Kanjeng Djimat Djokomono), yang merupakan pindahan dari Lamongan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
