
Ilustrasi pelajar tingkat SMP di Surabaya. Dipta Wahyu/JawaPos
JawaPos.com–Selama 2021 hingga 2022, kemudahan edukasi ternyata masih terpusat di beberapa wilayah kota besar di Jawa Timur. Di wilayah perkotaan, rata-rata lama sekolah untuk penduduk usia 15 tahun ke atas cukup tinggi.
”Di hampir seluruh wilayah perkotaan di Jawa Timur ini memiliki rata-rata lama sekolah 10 tahun atau lebih atau setara kelas 1 SMA/sederajat,” tutur Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan, Rabu (21/12).
Berdasar catatan BPS Jatim, pada 2021, hampir semua kabupaten di Jawa Timur kecuali Kabupaten Sampang sudah mempunyai nilai rata-rata sekolah di atas 6. Hal itu menunjukkan bahwa penduduk di semua kabupaten/kota di Jawa Timur rata-rata sudah menyelesaikan wajib belajar sampai dengan SD/sederajat.
”Salah satu indikator kualitas penduduk dari dimensi pendidikan dapat dilihat dari indikator rata-rata lama sekolah. Semakin tinggi rata-rata lama sekolah menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah tahun standar yang telah dihabiskan seseorang untuk menamatkan suatu jenjang pendidikan,” terang Dadang Hardiwan.
Dia menjelaskan, angka rata-rata lama sekolah adalah rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan penduduk untuk menempuh semua jenis pendidikan formal yang pernah dijalani. ”Lamanya sekolah atau years of schooling, adalah suatu angka yang menunjukkan lamanya bersekolah seseorang mulai dari masuk pada jenjang sekolah dasar sampai dengan jenjang pendidikan terakhir,” papar Dadang Hardiwan.
Salah satu dampak dari pendidikan yang tidak merata, lanjut dia, adalah tingginya angka buta huruf (ABH) di beberapa daerah. Beberapa di antaranya adalah Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Situbondo. Selanjutnya Kabupaten Sumenep, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Jember, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Tuban, dan Kabupaten Bangkalan.
”Bila diperhatikan, penduduk pada beberapa wilayah tersebut memiliki kesamaan karakteristik sosial budaya. Upaya pemberian pemahaman terutama manfaat langsung dilakukan terutama pada program keaksaraan dengan memberi pelajaran life skill serta memberi manfaat sesuai karakteristik sasaran program,” tutur Dadang Hardiwan.
Melansir laman resmi BPS Jatim dalam laporan Statistik Pendidikan Provinsi Jawa Timur 2021 pada 20 Desember 2022, tercatat ABH adalah proporsi penduduk usia tertentu yang tidak dapat membaca dan atau menulis huruf latin atau huruf lain terhadap penduduk usia tertentu. ABH merefleksikan belum meratanya pendidikan yang diperoleh penduduk di suatu wilayah.
”Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk yang besar, Provinsi Jawa Timur memiliki ABH yang masih cukup tinggi dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa. Kondisi geografis Jawa Timur yang mencakup beberapa kepulauan di beberapa kabupaten merupakan kendala tersendiri dalam memberikan akses pendidikan yang merata,” ucap Dadang Hardiwan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
