Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Oktober 2022 | 17.05 WIB

Sekolah Terendam, Hewan Peliharaan Hanyut, dan Jembatan Putus

DAMPAK AIR BAH: Sampah kayu dan bambu yang hanyut akibat banjir di kawasan Sutri, Kelurahan Sobo, Banyuwangi, Senin (17/10). (RAMADA KUSUMA/JAWA POS RADAR BANYUWANGI) - Image

DAMPAK AIR BAH: Sampah kayu dan bambu yang hanyut akibat banjir di kawasan Sutri, Kelurahan Sobo, Banyuwangi, Senin (17/10). (RAMADA KUSUMA/JAWA POS RADAR BANYUWANGI)

JawaPos.com – Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan banjir di sejumlah daerah di Jawa Timur (Jatim). Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mencatat, air bah kemarin merendam belasan kecamatan di empat kabupaten: Malang, Blitar, Lumajang, dan Banyuwangi.

BMKG pun memperpanjang peringatan potensi cuaca ekstrem sepekan ke depan.

Di Kabupaten Malang, Jawa Pos Radar Malang melaporkan, tujuh kecamatan terdampak banjir. Di Kabupaten Blitar, menurut data BPBD Jatim, banjir menerpa lima kecamatan. Sementara itu, di Banyuwangi dan Lumajang, satu kecamatan juga sempat terendam air bah.

”Beberapa kecamatan saat ini sudah surut. Tapi, ada juga yang belum dan masih terendam banjir. Paling terdampak banjir terjadi di Kabupaten Blitar,” papar Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Jatim Dino Andalananto kepada Jawa Pos kemarin.

BPBD Kabupaten Malang memfokuskan penyebaran personel ke tiga kawasan: Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan; Purwodadi-Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo; dan Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading.

”Mengapa di tiga ini? Karena termasuk yang terparah terdampak bencana. Baik banjir maupun longsor. Di Pujiharjo, ada penutupan akses akibat longsor. Lebakharjo juga sama,” ujar Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan kepada Jawa Pos Radar Malang di Pusat Pengendalian Operasi Kepanjen kemarin sore.

Di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading. Kades Lebakharjo Sumarno menyebutkan, setidaknya 700 KK terkena dampak. Tinggi banjir, sampai setinggi perut orang dewasa. ”Terdampak parah adalah permukiman, bisa sampai 1 meter ketinggian. Setelah itu, ada pertanian dengan luas 200 hektare terendam air dan 13 ekor kambing hanyut terbawa. Jembatan Kondanglombok di Lebaksari yang merupakan penghubung ke Pantai Licin juga putus,” jelas Sumarno saat dikonfirmasi.

Di Blitar, BPBD Jatim mencatat banjir terjadi di 13 titik di 5 kecamatan. Dampaknya, 465 orang mengungsi di 12 titik pengungsian. Total ada 1.180 KK yang terdampak. Dilaporkan, 33 kambing peliharaan warga juga hanyut terbawa air, sedangkan 2.500 ayam petelur terjebak di dalam air bah.

Jawa Pos Radar Tulungagung melaporkan, kecamatan terparah yang terkena banjir di Blitar adalah Sutojayan. Kawasan itu memang dikenal rawan banjir. Tapi, volume air bah tahun ini terparah yang terjadi selama hampir dua dekade ini.

Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Wiji Asrori mengatakan, total terdapat tujuh SD yang terendam banjir. Tujuh sekolah itu adalah SDN Kalipang 2, SDN Pandanarum 1, SDN Pandanarum 3, SDN Sutojayan 3, SDN Sutojayan 4, SDN Sumberejo 1, dan SDN Bacem 2.

Photo

DITERJANG AIR: Sebuah lapak penjual ikan di tepi sungai Kalipakem. Desa Donomulyo, Kabupaten Malang, ambruk terkena air sungai yang meluap kemarin. (DARMONO/JAWA POS RADAR MALANG)

Untuk sementara, pembelajaran dialihkan melalui dalam jaringan (daring) hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Tujuannya, siswa tetap bisa belajar dengan aman meski sekolah terkena bencana.

”Ada tujuh sekolah yang harus daring sambil menunggu sampai besok (hari ini, Red) atau Rabu (besok, Red). Kami mengutamakan keselamatan anak dan pendidik,” ujarnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani langsung turun ke lokasi banjir. Salah satu yang dikunjungi adalah kawasan Perumahan Sutri, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi.

Perumahan itu merupakan salah satu kawasan paling terdampak. Banjir di Perumahan Sutri terjadi sejak pukul 05.00 kemarin dan mengakibatkan sejumlah rumah terendam.

Begitu tiba di Perumahan Sutri, Ipuk mendatangi dan menenangkan para warga terdampak banjir. ”Mohon maaf, Bapak dan Ibu sabar ya. Petugas terus berupaya menangani. Kita cek dan dilakukan penanganan secepatnya,” ujarnya sembari membagikan bantuan makanan kepada warga seperti dilansir Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Photo

DAMPAK AIR BAH: Tim gabungan mengevakuasi warga Kelurahan/Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. (JAWA POS RADAR BLITAR)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore