Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Februari 2024 | 23.47 WIB

10 Laki-laki Berhasil Ditangkap Usai Menyerang dan Lukai Anggota TNI di Arena Futsal, Polisi Masih Kejar Pelaku Lain

Polisi dengan cepat menangkap pelaku penyerangan di Arena Futsal di kawasan Kuta Utara Badung. - Image

Polisi dengan cepat menangkap pelaku penyerangan di Arena Futsal di kawasan Kuta Utara Badung.

JawaPos.com - Polisi tak perlu waktu lama berhasil menangkap 10 laki-laki yang menyerang seorang anggota TNI inisial SH di Big Ball Futsal Arena, Jalan Raya Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Rabu, 7 Februari 2024 sekitar pukul 20.00.

Usai mendapatkan informasi ada aksi penyerangan di Big Ball Futsal Arena, tim gabungan Polsek Kuta Utara dan Polres Badung langsung ke lokasi, namun situasi sudah aman. Meski demikian, petugas mengumpulkan keterangan saksi dan pengecekan CCTV.

Saat itu, ciri-ciri beberapa orang terduga pelaku dikantongi. Lalu para pelaku yang berjumlah 10 orang berhasil diamankan tanpa perlawanan di kawasan Dalung, pada Kamis (8/2) dini hari.

Aksi brutal mereka mengakibatkan SH mengalami luka di kepala dan menjalani perawatan di RS Bali Med Mahendradata. Mereka kini harus bertanggung jawab di mata hukum.

"Ya, 10 orang pria diduga asal dari luar Bali sementara menjalani pemeriksaan maraton oleh Penyidik Satreskrim Polres Badung," usai sumber petugas, Kamis (8/2).

Mereka adalah perantau dan rata-rata bekerja sebagai buruh. "Karena sok jago, kini mereka tampak kebingungan dan ada beberapa yang nangis-nangis," imbuh sumber.

Terkait dengan masalah tersebut, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Badung, mengatakan korban bukanlah anggota Polri tetapi anggota TNI.

"Kasusnya masih dalam penyelidikan. Korban luka yang merupakan anggota TNI sudah diberikan perawatan di RS Bali Med," tutup Jubir Polres Badung.

Sebelumnya, kericuhan dan kekerasan yang berujung jatuhnya korban luka terjadi di sebuah arena lapangan futsal kawasan Kuta Badung, Bali. Puluhan orang tak dikenal (OTK) tiba-tiba menyerang secara brutal anggota TNI berisinial SH. Situasi berubah menjadi mencekam lantaran puluhan OTK tersebut kembali lagi melakukan penyerangan dengan massa lebih banyak. Sebelumnya, mereka sempat pergi usai melakukan serangan pertama.

Diawali 10 orang, datang kedua kali bejumlah lebih banyak, diduga melibatka massa mencapi 30 orang. Mereka menyerang dan menyerbu secara brutal. Akibatnya, seorang terkapar dan mengalami luka.

"Ya, kami masih melakukan penyelidikan, untuk mencari kurang lebih 30 orang terduga pelaku," tegas sumber petugas dilansir Radar Bali (Jawa Pos Group).

"Bukankah hidup damai lebih baik ketimbang mempertontonkan aksi kebodohan dengan cara yang tidak dibenarkan di mata hukum," imbuh sumber dengan nada menyesalkan.

Dijelaskan, SH dan teman-teman mengira kurang lebih 10 pria itu sudah kabur. Belum sempat membawa korban ke RS, ternyata datang lagi massa lebih banyak, sekitar pukul 20.40. Kisaran 30 orang datang membawa senjata tajam lalu melakukan penyerangan secara brutal.

"Mereka melempar batu ke arah anggota TNI yang masih berada di dalam lapangan futsal," ucap sumber mengutip keterangan beberapa saksi mata.

Melihat warga mulai berdatangan, secara bersamaan, gerombolan penyerang melarikan diri ke arah selatan, sekitar pukul 20.55. "Setelah mendapatkan informasi ada aksi penyerangan, kami langsung ke lokasi. Namun situasi sudah dalam keadaan aman," sebut petugas.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore