
Masa penahanan pertama atas dua orang terduga pelaku mutilasi yang berakhir 14 Februari 2019, rencananya akan diperpanjang hingga tanggal 24 Februari
JawaPos.com–Akhir cerita cinta James Lodewyk Tomatala, 61, dengan istrinya, Ni Made Sutarini, 55, berakhir tragis. JM atau James Lodewyk menghabisi nyawa dan memutilasi Ni Made Sutarini menjadi 10 bagian di Serayu, Malang.
Ketua RT 4 RW 2, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Malang, Slamet Afandi mengatakan, setelah ketahuan menghabisi nyawa Made Sutarini, JM keluar dari rumah. JM menyerahkan diri ke Polsek Blimbing.
”JM menyerahkan diri dan membawa kunci rumahnya,” kata Slamet Afandi seperti yang dilansir dari Radar Malang, Jawa Pos Group.
Slamet menyebutkan, pasangan itu sudah sering bertengkar. Bahkan, keduanya tengah dalam proses cerai. Pembunuhan tersebut menjadi puncak dari konflik antara JM dengan Made Sutarini di Malang.
Slamet mengungkapkan, JM dan Made Sutarini adalah warga lama di Serayu RT 4 itu. Keduanya tinggal di Serayu sejak 20 tahun silam. Keduanya memiliki dua orang anak, 1 anak di Bali dan 1 anak lain di bekerja Singapura.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Danang Yudanto mengatakan, Made Sutarini sudah meninggalkan rumah dan JM selama 5 bulan 25 hari. JM kerap bersikap tempramen.
”Kadang konflik, kadang akur,” sebut Danang.
Sebelumnya, warga Serayu Blimbing, Kota Malang, geger pada Minggu (31/12). Hal itu berawal dari unggahan akun X @joshuanade tentang kabar tetangganya yang menjadi korban mutilasi di Serayu, Malang, Jawa Timur.
Dalam akun X milik Joshuanade itu disampaikan, korban mutilasi tersebut bernama Ni Made Sutarini. Perempuan 55 tahun itu diduga dibunuh pasangannya sendiri, Jimmy.
Joshuanade menyampaikan, sebelum ditemukan para tetangga termasuk dirinya, mendengar ada keributan dari kediaman mereka. Keributan terjadi pada 30 Desember sekitar pukul 09.00.
Mendengar keributan itu, warga dan RW setempat melapor ke Babinsa. Babinsa menyatakan akan menunggu perkembangan setelah keributan. ”Keributan berhenti setelah terdengar suara brak,” tulis Joshuanade.
Nah, pada Minggu (31/12), paman dari Joshuanade diminta tolong oleh Jimmy untuk mengangkat lemari. Berawal dari permintaan tolong itu, potongan tubuh Made terlihat.
”Kondisi rumah Bu Made terlihat berantakan. Dan, salah satu potongan tubuh sudah berserakan. Pak De langsung lari kebetulan pintu rumah Bu Made tidak dikunci, lalu Pak De diteriaki Pak Jimmy,” terang Joshuanade dalam akun X miliknya.
Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kapolresta Malang Kota Kombespol Budi Hermanto membenarkan insiden tersebut. Pihaknya membutuhkan waktu untuk pendalaman lebih lanjut.
”Kami masih dalami lebih lanjut. Masih ada pemeriksaan dengan tetangga terus ke keluarga,” ujar Budi Hermanto, alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2000 itu.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
