Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 November 2023 | 14.20 WIB

Kedatangan Pengungsi Rohingya di Aceh Ditolak Masyarakat

Para imigran Rohingya saat mendarat di pantai Muara Tiga sebelum kemudian didorong kembali ke laut, di Aceh Utara, Kamis (16/11/2023) (ANTARA/Warga) - Image

Para imigran Rohingya saat mendarat di pantai Muara Tiga sebelum kemudian didorong kembali ke laut, di Aceh Utara, Kamis (16/11/2023) (ANTARA/Warga)

JawaPos.com - Masyarakat Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara Provinsi Aceh menolak kedatangan dan kehadiran para imigran Rohingya ke wilayah mereka.

Dilansir dari ANTARA pada Jumat (17/11), dikabarkan bahwa kapal dari para pencari suaka tersebut sudah didorong kembali ke lautan.

"Hari ini sudah dua kali ditolak masyarakat, pertama tadi di Bireuen, dan kemudian di Aceh Utara," ujar Panglima Laot (laut) Aceh Miftach Tjut Adek, di Banda Aceh, Kamis (16/11).

Miftach mengatakan bahwa Aceh kembali didatangi sekitar 249 imigran Rohingya dengan menggunakan kapal mesin kayu mereka. Tetapi masyarakat menolak kedatangan mereka.

Pertama, sekitar pukul 4.00 WIB kapal pengungsi Rohingya tersebut mendarat di kawasan Kuala Pawon Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen. Lalu, masyarakat setempat menolak kedatangan mereka.

Selanjutnya, para pengungsi kembali bergerak hingga akhirnya tiba di kawasan pesisir Gampong Ulee Madon Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat mendarat ke di bibir pantai, mereka mendapatkan makanan hingga pakaian dari masyarakat setempat. Kemudian, para pengungsi dan kapal mereka didorong kembali ke lautan.

"Pemerintah di sana tidak sanggup menerima karena tidak ada yang bertanggung jawab, masyarakat tidak mau di situ, dan kembali didorong ke laut," ucapnya.

Mengenai pengungsi Rohingya yang terus berdatangan ke Aceh, Miftach meminta Pemerintah Pusat untuk bertanggung jawab secara penuh.

Jangan diserahkan ke pemerintah di Aceh, sebab pemerintah daerah akan kewalahan menanganinya, menurut Mimtach.

Masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota serta provinsi selama ini sudah berbuat maksimal kepada para pengungsi Rohingya yang terus berdatangan ke Aceh, kata Panglima Laot.

"Tapi Pemerintah Pusat tidak mau perhatian terhadap masalah ini. Maka kami berharap pusat harus segera turun tangan, jangan melepaskan masalah ini kepada Pemerintah Aceh dan rakyat Aceh sendiri saja," tutur Miftach Tjut Adek.

Dalam tiga hari terakhir, Aceh sudah didatangi ratusan pengungsi Rohingya. Pertama pada Selasa (14/11) di pesisir pantai Gampong Blang Raya Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie 200 orang, dan enam orang melarikan diri.

Hari berikutnya, Rabu (15/11), sejumlah 147 imigran Rohingya kembali mendarat di kawasan pantai Beurandeh Kecamatan Batee Kabupaten Pidie.

Kemudian, pada hari Kamis (16/11) Aceh kembali kedatangan kapal imigran Rohingya di kawasan pesisir Jangka Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara. Namun, mendapat penolakan dari warga setempat.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore