
Dua tersangka pelaku pembunuhan dan mutilasi mahasiswa UMY Redho Tri Agustian.
JawaPos.com - Berkas perkara dua tersangka mutilasi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FH UMY) Redho Tri Agustian sudah dinyatakan lengkap atau P21. Berkas perkara Waliyin dan Ridduan ini sudah tahap II. Artinya, saat ini keduanya bersama barang bukti sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman dari pihak kepolisian.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIJ Kombes Pol FX Endriadi saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Oleh karena itu, kedua tersangka beserta barang bukti sudah diserahkan ke Kejari Sleman.
"Ya, sudah tahap II sejak Selasa (31/10) lalu," katanya kemarin, dikutip dari Radar Jogja, Senin (13/11).
Peristiwa yang menggemparkan masyarakat Jogja ini terungkap oleh polisi pada Minggu (16/7), usai dilakukan penyidikan. Kedua tersangka yang bekerja di bidang kuliner ini ditangkap di Jawa Barat.
Setelah tahap II berkas perkaranya, kedua tersangka akan menjadi terdakwa untuk menjalani persidangan di PN Sleman. Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Sleman Agung Wijayanto mengaku sudah menerima dua tersangka beserta barang bukti.
Menurutnya, pekan ini akan dilakukan pelimpahan ke PN Sleman untuk didaftarkan ke persidangan. "Insya Allah minggu depan (pekan ini, Red) kami limpahkan ke pengadilan. Antara Senin sampai Kamis, sekarang baru tahap penelitian surat dakwaan," tuturnya.
Agung menuturkan, ada empat jaksa penuntut umum (JPU) yang akan mengajukan Waliyin dan Ridduan ke persidangan. Keempatnya terdiri atas satu JPU Kejati DIJ dan tiga JPU Kejari Sleman.
Jika sudah dilimpahkan ke PN Sleman, kedua tersangka akan didaftarkan dan ditentukan majelis hakimnya untuk menjalani persidangan. Kasus mutilasi yang dilakukan kedua tersangka ini awalnya terungkap oleh warga Bangunkerto, Turi, Sleman, yang sedang memancing di Kali Bedog, Rabu (12/7) lalu.
Kala itu, tubuh Redho Tri Agustian ditemukan hanya beberapa potongan alias tidak utuh. Dari situ, polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan sebagai tindak lanjut.
Tidak berselang lama ditemukan potongan tubuh lainnya di Kapanewon Tempel. Potongan tubuh diyakini sebagai sosok Redho setelah dilakukan pendalaman dan pencocokan baik melalui tes DNA maupun laporan orang hilang di Polsek Kasihan, Bantul. Polda DIJ mengambilalih kasus ini, usai awalnya diselidiki Polresta Sleman.
Dalam ungkap kasus, polisi mengatakan bahwa korban Redho meninggal dunia akibat aktivitas tidak wajar yang dilakukannya dengan Waliyin serta Ridduan. Namun tidak dirinci aktivitas yang dimaksud seperti apa. Adapun tempat mutilasi dilakukan di rumah kos Waliyin di Padukuhan Krapyak, Triharjo, Sleman.
Tewasnya Redho saat aktivitas tak wajar itu membuat kedua tersangka panik. Untuk menghilangkan jejak kejadian itu, keduanya memutilasi korban. Bahkan sadisnya, potongan tubuh Redho sempat direbus oleh keduanya untuk menghilangkan sidik jari.
Pada Selasa (11/7) sore, kedua tersangka membuang potongan-potongan tubuh yang sudah berada di dalam kantong-kantong plastik. Potongan kepala dikubur di daerah Tempel, sedangkan lainnya disebar di perjalanan menuju lokasi pembuangan. Redho mengenal Waliyin dan Ridduan melalui grup Facebook.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
