
Roadshow pemenangan PKS didukung para jenderal purnawirawan TNI-Polri di 8 daerah di Jatim.
JawaPos.com–Roadshow pemenangan PKS yang dilakukan Presiden dan Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP) Ahmad Syaikhu dan KH Muslih Abdul Karim semakin mantap. Para jenderal purnawirawan TNI-Polri turut membakar semangat anggota dan pengurus PKS di 8 daerah di Jatim.
Tiga jenderal purnawirawan itu, yaitu Irjen Pol (Purn) Sukrawardi Dahlan, Mayjen TNI (Purn) Endang Sodik, Laksma (Purn) Fitri dan Irjen Pol (Purn) HM Amhar Azeth. Para Jenderal purnawirawan tersebut mendampingi rombongan presiden PKS sejak Jumat hingga Minggu (6-8/10), mengunjungi 8 kabupaten kota. Yakni Malang, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Ponorogo, Magetan, dan Ngawi.
Dalam kesempatan bertemu dengan anggota, simpatisan dan pengurus PKS di delapan daerah itu, para jenderal purnawirawan memaparkan alasan bergabung dengan PKS.
Irjen Pol (Purn) Sukrawardi Dahlan misalnya. Pria lulusan Akpol 1983 itu menyampaikan bahwa berjuang di PKS adalah perjuangan untuk Indonesia.
”Semua visi misi PKS mengalir dari Pancasila dan pembukaan UUD 45. Jika ada yang punya pandangan aneh tentang PKS, dia tidak memahami PKS dan Pancasila dan UUD45. Membesarkan PKS berarti membesarkan Indonesia,” ujar Sukrawardi Dahlan.
Sementara Mayjen TNI (Purn) Endang Sodik punya dua alasan bergabung dengan PKS. Dia melihat bahwa PKS adalah partai yang konsisten. Selain itu, dia menyebut ada kepentingan pribadi. ”Alasan pribadinya, jika dihisab Allah dan ditanya siapa temanmu? Jawabannya, temannya PKS, orang-orang saleh. Ini kepentingan akhirat,” ujar Endang Sodik.
Endang sebenarnya mengaku pernah berpikir total pensiun usai purnatugas. Namun niat itu diurungkan, karena dia melihat Indonesia masih perlu diperjuangkan.
Sementara itu, HM Amhar Azeth melihat bahwa perjuangan di bidang politik adalah bagian dari ibadah. ”Ibadah ritual memang penting, namun ibadah sosial tidak kalah penting. Politik ini salah satunya,” tegas Amhar Azeth.
Amhar mengaku beberapa kali ditawari partai lain untuk bergabung. Namun dia merasa tidak tertarik. Baginya bergabung dengan PKS menyejukkan.
”Saya seperti teringat masa kecil saya, yang saat itu saya sering tidur di masjid, berkomunikasi dengan orang-orang di sana, menyenangkan,” papar Amhar.
Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengomentari bergabungnya para jenderal purnawirawan ke PKS. Dia menyampaikan, sebanyak 104 jenderal dan perwira tinggi purnawirawan TNI-Polri yang menyampaikan siap berjuang dengan PKS.
”Dulu hanya satu jenderal yang berjuang bersama PKS. Saat ini, ada 104 jenderal dan perwira tinggi purnawirawan yang siap berjuang bersama PKS. Ini momentum yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Syaikhu.
Syaikhu menambahkan, saat ini banyak tokoh dari beragam latar belakang bergabung dengan PKS. Alasan para jenderal purnawirawan bergabung dengan PKS karena melihat PKS sebagai partai yang konsisten memperjuangkan kedaulatan NKRI.
”Padahal mereka bisa saja menikmati sisa usianya dengan bersantai-santai di rumah, memelihara hewan peliharaan, merawat tanam dan seterusnya. Tidak perlu capek-capek berjuang,” ucap Syaikhu.
Bergabungnya para purnawirawan TNI-Polri itu diyakini Syaikhu dalam rangka untuk penguatan kemenangan PKS dan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) sebagai presiden-wakil presiden di Pemilu 2024.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
