
Anggota DPD RI Abdul Rachman Thaha.
JawaPos.com–Anggota DPD RI Abdul Rachman Thaha menyatakan sangat prihatin terhadap konflik yang terjadi di Pulau Rempang. Bentrok yang terjadi antara aparat dengan warga dilaporkan sampai menimbulkan korban.
”Yang dilakukan kepolisian dalam pengamanan hingga timbul korban warga yang luka-luka ini sangat mencederai asas kemanusiaan dan kebebasan menyampaikan pendapat bagi warga negara yang dijamin konstitusi,” papar Abdul Rachman Thaha.
Menurut dia, kepolisian sering diberikan warning oleh presiden untuk tidak melakukan dan mengambil langkah-langkah maupun tindakan yang represif saat menyangkut permasalahan dengan rakyat/masyarakat. Namun yang terjadi di lapangan aparat keamanan dan kepolisian saat berhadap-hadapan dengan rakyat ada yang terprovokasi tidak bisa menahan diri memukul mundur masyarakat sehingga terjadi konflik dan timbul korban dari kedua pihak.
”Menurut saya, ini kan muncul karena persoalan lahan. Warga Melayu sangat mempertahankan daerah mereka. Saya yakin dan percaya setiap anak negeri ini tidak ada yang anti investor sepanjang warga bagian tujuan para investor,” tutur Abdul Rachman Thaha.
”Tujuan investasi akhirnya juga untuk kesejahteraan rakyat/masyarakat. Tetapi hari ini kita dipertontonkan sesuatu hal yang tidak elok menurut saya. Karena seperti mengusir paksa rakyatnya sendiri,” ujar dia.
Abdul Rachman Thaha mengatakan, warga Melayu adalah saudara sebangsa setanah air. Namun, kesannya mereka seperti dicampakkan.
Dia mengaku mendapatkan informasi langkah-langkah yang diambil pemerintah sudah sangat baik. Presiden memerintahkan untuk lakukan ganti untung termasuk membangunkan rumah bagi warga.
”Saya mengingatkan pihak aparat keamanan juga melakukan langkah-langkah yang persuasif terhadap masyarakat. Dialog, ajak warga untuk duduk bersama. Berikan pemahaman dan pengertian terhadap masyarakat dan melibatkan para pihak yang berkepentingan,” ucap Abdul Rachman Thaha.
”Jangan dengan cara-cara mengintimidasi rakyat. Saya sangat apresiasi presiden sampai tengah malam telepon Kapolri untuk meminta dan menyelesaikan persoalan di Pulau Rempang,” tambah dia.
Dia berharap, Kapolri peka dan punya tanggung jawab kuat sehingga bisa meminimalisir insiden. Dia juga meminta presiden segera mengevaluasi jajarannya bukan hanya unsur keamanan dan kamtibmas tapi semua yang berkepentingan untuk menyelesaikan masalah di Pulau Rempang.
”Presiden perlu segera mengevaluasi kinerja Kapolri itu karena saya melihat beberapa insiden pihak aparat keamanan dan kamtibmas melakukan tindakan di luar SOP dalam penanganan permasalahan di masyarakat,” ucap Abdul Rachman Thaha.
Dia menambahkan, dalam hal penegakan hukum masih ada kelompok-kelompok memainkan kasus di daerah-daerah. ”Polri Presisi, visi misi dari Kapolri harusnya sampai tingkat bawah. Tapi di lapangan beberapa kali terjadi justru melukai hati rakyat,” ujar Abdul Rachman Thaha.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
